PENINGKATAN PERAN AYAH ASI SEBAGAI SUPPORT SYSTEM DALAM KEBERHASILAN PEMBERIAN ASI ESKLUSIF

  • Aisyaroh N
  • D S
  • Khabibah U
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
34Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

ASI eksklusif diberikan kepada bayi sejak dilahirkan 0-6 bulan, pada tahun 2019 data WHO mengungkapkan hanya 41% bayi yang menerima ASI eksklusif. Beberapa faktor yang mempengaruhi keberhasilan pemberian ASI Eksklusif salah satunya dukungan Ayah ASI. Ibu yang merasa dicintai, didukung, diperhatikan maka muncul emosi positif peningkatan produksi hormon oksitosin sehingga produksi ASI lancar. Salah satu upayanya yaitu dengan meningkatkan pengetahuan Ayah ASI sehingga dapat memberikan dukungan pada ibu selama menyusui. Tim Kebidanan Komunitas Profesi Bidan FK Unissula melakukan kegiatan pengabdian masyarakat dalam bentuk penyuluhan mengenai ASI dan pijat oksitosin pada 30 Ayah ASI di RW 05, Kelurahan Karangroto, Kecamatan Genuk, Kota Semarang, dan melakukan evaluasi dengan pre post test. Hasil penyuluhan terjadi peningkatan pengetahuan tentang ASI eksklusif sebesar 63,6%, hasil uji statistic menggunakan Wilcoxon didapat nilai P value 0,046 (<0,05) yang artinya terdapat perbedaan pengetahuan sebelum dan setelah penyuluhan. Selain itu, peserta juga mampu melakukan simulasi pijat oksitosin dengan baik dan antusias. Pemberian informasi mengenai ASI eksklusif dan pijat oksitosin kepada Ayah ASI akan lebih efektif jika diberikan mulai ibu hamil trimester III sampai selama menyusui sehingga dukungan Ayah ASI menjadi lebih optimal.

Cite

CITATION STYLE

APA

Aisyaroh, N., D, S. F., Khabibah, U., Yulvina, V., Pamungkastuti, W., Muslimasari, W., & F, Y. A. (2024). PENINGKATAN PERAN AYAH ASI SEBAGAI SUPPORT SYSTEM DALAM KEBERHASILAN PEMBERIAN ASI ESKLUSIF. Jurnal Abdimas Indonesia, 4(1), 28–37. https://doi.org/10.53769/jai.v4i1.583

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free