Abstract
Tanah Ekspansif disebut tanah labil disebabkan perilakunya terhadap perubahan kadar air. Kadar air dalam kandungan tanah tersebut banyak, maka tanah akan mengalami pengembangan ( swelling),sebaliknya jika kadar air dalam tanah tersebut sedikit, maka tanah tersebut akan mengalami susut. Kolom kapur berjumlah 7 buah ditanam pada drum uji yang berisi tanah ekspansif dan dibandingkan dengan drum yang hanya berisi tanah ekspansif. Pemberian air dilakukan selama 20 hari melalui pusat kolom sebanyak 1 liter tiap kolom perhari. Pengamatan dilakukan selama 20 hari hingga tanah jenuh. Pengamatan untuk penelitian ini dibagi menjadi 3 area, yaitu area 1, area 2, dan area 3. Pengujian Atterberg limit, Unconfined Compression Test ( UCS), dan X-Ray Fluorescence ( XRF) dilakukan setelah pengamatan selesai. Hasil penelitian ini adalah penambahan kolom kapur pada tanah ekspansif mampu mengurangi nilai perpindahan vertikal ( swelling). Reduksi yang paling besar terjadi pada area 1 sebesar 7,13% dan reduksi yang paling kecil terjadi pada area 3 sebesar 1,83%. Nilai Indeks Plastisitas ( PI) menurun dari 71,82% menjadi 20,44%. Nilai kohesi undrained ( Cu) mengalami kenaikan dari 3,47 kN/m 2 menjadi 9,62 kN/m 2.Kandungan CaO pada tanah ekspansif setelah penambahan kolom mengalami kenaikan dari 10,57% menjadi 23,25%.
Cite
CITATION STYLE
Sulistyo Hidayat, M. A., Setiawan, B., & Djarwanti, N. (2018). STABILISASI TANAH EKSPANSIF DENGAN KOLOM KAPUR, DITINJAU TERHADAP POTENSI MENGEMBANG DAN NILAI INDEKS PLASTISITAS. Matriks Teknik Sipil, 6(1). https://doi.org/10.20961/mateksi.v6i1.36601
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.