KEBERADAAN KESENIAN RENDAI DALAM UPACARA ADAT BIMBANG GEDANG (Studi Kasus di Sanggar Seni Semarak Persada Kelurahan Kebun Kenanga, Kota Bengkulu)

  • Fitranto R
  • Topan A
N/ACitations
Citations of this article
13Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tentang kesenian Rendai dalam upacara perkawinan adat Bimbang Gedang di Kota Bengkulu serta menjelaskan nilai-nilai yang terkandung dalam kesenian Rendai hingga kesenian tradisional ini masih dipertahankan oleh masyarakat pendukungnya. Penelitian ini juga berusaha menunjukkan nilai-nilai apa saja yang mengalami pergeseran dalam kesenian Rendai jika dibandingkan dengan prosesi yang dilakukan pada zaman dahulu. Penelitian ini dilakukan menggunakan teori Interaksionisme Simbolik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif eksploratif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui proses observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pemilihan informan dilakukan berdasarkan teknik Snowball Sampling. Analisis data dilakukan secara kualitatif yang meliputi pengujian, pemilihan kategorisasi, evaluasi, membandingkan, reduksi data sampai pada penarikan kesimpulan dan verifikasi untuk mendapatkan konsep-konsep sebagai hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan kesenian Rendai merupakan kesenian yang dibawa oleh Raja Pagaruyung dari Minangkabau yang merantau ke wilayah Selali, Kecamatan Pino Raya, Bengkulu Selatan. Namun tidak diketahui secara pasti masuknya kesenian Rendai di Kota Bengkulu. Dalam upacara adat Bimbang Gedang, Rendai dimainkan saat prosesi Pengantin Mandi-mandi, Menapa (berendai), TariGendang, Mutus Tari Kain, dan Nutup (Gendang Serunai). Diluar prosesi adat Bimbang Gedang, Rendai juga dimainkan dalam upacara penyambutan tamu.Adapun nilai-nilai yang terkandung dalam kesenian ini adalah nilai sosial yang terbentuk dari aturan dan integrasi, nilai moral yang terdapat dalam nasihat, ajaran, dan sopan santun, serta terdapat nilai-nilai estetis yang terkandung dalam unsur gerak tubuh, musik pengiring, pantun atau syair, dan pakaian. Kata Kunci: Kesenian Rendai, Bimbang Gedang, Nilai-nilai Sosial

Cite

CITATION STYLE

APA

Fitranto, R., & Topan, A. (2019). KEBERADAAN KESENIAN RENDAI DALAM UPACARA ADAT BIMBANG GEDANG (Studi Kasus di Sanggar Seni Semarak Persada Kelurahan Kebun Kenanga, Kota Bengkulu). Jurnal Sosiologi Nusantara, 3(2), 95–103. https://doi.org/10.33369/jsn.3.2.95-103

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free