Abstract
Selama musim hujan, curah hujan berlangsung selama kurang lebih setengah tahun, menyebabkan curah hujan yang berkepanjangan dan peningkatan permukaan air, sehingga berkontribusi terhadap banjir. Masyarakat setempat tidak mempunyai akses langsung terhadap informasi cuaca yang tepat waktu pada saat hujan. Untuk mengatasi tantangan tersebut secara proaktif, pengembangan Prototipe Sistem Deteksi Ketinggian Air dan Curah Hujan yang berfungsi sebagai sistem peringatan banjir melalui aplikasi Blynk IoT dinilai efektif. Sistem dibuat menggunakan alat seperti metodologi desain, diagram alur, analisis sistem (SDLC), dan menjalani pengujian menggunakan pendekatan pengujian black-box. Ini beroperasi dengan mendeteksi jarak antara sensor dan permukaan air. Jika sensor menunjukkan kedekatan dengan permukaan air, sistem akan memicu peringatan banjir, yang kemudian berinteraksi dengan perangkat lunak Blynk. Ini memicu tampilan pesan pada perangkat seluler, dan sistem dapat memasukkan semua data jarak ke dalam program.
Cite
CITATION STYLE
Fitriawati, N., Maariz, A., Aqil Wiputra, M., Randika Dafa Armanto, M., & Cahayani, E. (2023). Inovasi Prototipe: Sistem Monitoring Tinggi Air dan Curah Hujan untuk Peringatan Banjir dengan Pemanfaatan Aplikasi IoT Blynk. ADI Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(1), 33–39. https://doi.org/10.34306/adimas.v4i1.1035
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.