Analisis Tantangan Guru dalam Integrasi Pembelajaran Berbasis Proyek pada Kurikulum Merdeka

  • Khubaib Al Fachri
N/ACitations
Citations of this article
39Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Kurikulum Merdeka hadir untuk mendorong pembelajaran yang lebih fleksibel, kontekstual, dan berpusat pada siswa, salah satunya melalui penerapan pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning/PjBL). Meskipun memiliki banyak keunggulan, penerapannya di sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah masih menghadapi sejumlah tantangan yang kompleks. Artikel ini membahas berbagai kendala yang dialami guru dalam mengintegrasikan PjBL ke dalam proses pembelajaran, mulai dari keterbatasan pemahaman terhadap konsep dan langkah-langkah PjBL, keterbatasan sarana dan prasarana, alokasi waktu yang terbatas, hingga kesulitan dalam menentukan bentuk asesmen yang sesuai dengan karakteristik proyek. Di samping itu, guru juga dihadapkan pada tantangan dalam menghadapi keberagaman kemampuan, minat, dan gaya belajar siswa di dalam kelas. Melalui kajian literatur terhadap artikel-artikel ilmiah terkini, tulisan ini berusaha memetakan hambatan-hambatan tersebut secara komprehensif, sekaligus menawarkan alternatif solusi yang dapat mendukung guru dalam melaksanakan pembelajaran berbasis proyek secara lebih efektif dan optimal. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar pertimbangan bagi pengambil kebijakan, pengawas sekolah, dan pemangku kepentingan pendidikan dalam meningkatkan kualitas implementasi Kurikulum Merdeka, khususnya di jenjang pendidikan dasar.The Merdeka Curriculum is present to encourage more flexible, contextual, and student-centered learning, one of which is through the application of project-based learning (PJBL). Although it has many advantages, its implementation in elementary schools and madrasah ibtidaiyah still faces a number of complex challenges. This article discusses various obstacles experienced by teachers in integrating PjBL into the learning process, ranging from limited understanding of the concepts and steps of PjBL, limited facilities and infrastructure, limited time allocation, to difficulties in determining the form of assessment in accordance with the characteristics of the project. In addition, teachers are also faced with challenges in dealing with the diversity of abilities, interests, and learning styles of students in the classroom. Through a literature review of recent scientific articles, this paper attempts to map these obstacles comprehensively, as well as offer alternative solutions that can support teachers in implementing project-based learning more effectively and optimally. The findings are expected to serve as a basis for consideration for policy makers, school supervisors, and education stakeholders in improving the quality of Merdeka Curriculum implementation, especially at the primary education level.

Cite

CITATION STYLE

APA

Khubaib Al Fachri. (2025). Analisis Tantangan Guru dalam Integrasi Pembelajaran Berbasis Proyek pada Kurikulum Merdeka. Pendagogia: Jurnal Pendidikan Dasar, 5(2), 72–80. https://doi.org/10.66653/pendagogia.v5i2.217

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free