Abstract
Artikel ini bertujuan mendeskripsikan budaya orang (Tou) Minahasa tentang sakralitas burung Manguni. Burung Manguni dipercayai sebagai burung suci yang berasal dari Minahasa, Sulawesi Utara. Identitas Burung Manguni oleh Tou Minahasa di kenal dengan sebutan burung ot atau burung totosik. Burung Manguni bagi Tou minahasa memiliki simbol sakral. Oleh karena itu Tou Minahasa menjadikan burung ini sakral. Sikap masyarakat mendeskripsikan burung Manguni dalam teologi kontekstual terdapat dalam simbol Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM), lambang/simbol daerah Minahasa, ukiran, dan pakaian batik khas Minahasa. Tou Minahasa meyakini burung Manguni sebagai perantara antara manusia dan Tuhan Allah Yang Maha Besar (Opo Empung Wailan Wangko) dan menjadi pembawa kabar. Penelitian ini dipengaruhi oleh adat dan budaya Tou Minahasa yang berfungsi mengenali kepercayaan nenek moyang (leluhur) yang mengandung nilai-nilai luhur. Penelitian artikel ini menggunakan metode kualitatif melalui observasi, wawancara mendalam dan studi pustaka. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa burung Manguni baik secara fisik maupun budaya Minahasa mengandung nilai sakral dan menjadi identitas Tou Minahasa.
Cite
CITATION STYLE
Nainggolan, A. M., Manullang, J., & Heydemans, N. A. (2022). Sakralitas Burung Manguni Dalam Teologi Kontekstual Orang (Tou) Minahasa. PASCA : Jurnal Teologi Dan Pendidikan Agama Kristen, 18(2), 153–161. https://doi.org/10.46494/psc.v18i2.209
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.