Abstract
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi masalah-masalah yang dihadapi penyuluh pertanian lapangan dan merumuskan alternatif strategi penyuluh dalam mewujudkan penerapan GAP hortikultura oleh petani di Kabupaten Bangka. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada bulan Februari 2014. Data yang diperoleh di lapangan dianalisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan metode analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Masalah-masalah yang dihadapi penyuluh pertanian lapangan dalam mewujudkan penerapan GAP hortikultura oleh petani di Kabupaten Bangka adalah pengetahuan dan keterampilan yang rendah mengenai GAP hortikultura, adanya penyuluh pertanian lapangan yang memiliki beban kerja yang berat, dan program penyuluhan tidak sesuai dengan kebutuhan petani hortikultura; (2) Strategi penyuluh pertanian lapangan dalam mewujudkan penerapan GAP hortikultura oleh petani di Kabupaten Bangka adalah meningkatkan latihan dan kunjungan serta demonstrasi plot (demplot) GAP hortikultura, mengajukan permohonan kepada pihak Badan Ketahanan Pangan, Kabupaten Bangka terkait kurangnya sarana penyuluhan dan sarana pembelajaran GAP hortikultura, dan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mengenai GAP hortikultura, meningkatkan interaksi dengan perguruan tinggi dan lembaga penelitian, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan berdasarkan pengalaman berusahatani petani tanaman hortikultura serta menjaga rutinitas latihan dan kunjungan kepada petani hortikultura.
Cite
CITATION STYLE
Agustina, F., Zahri, I., … Yunita, . (2017). Strategy in Developing Good Agricultural Practices (GAP) in Bangka Regency, of Bangka Belitung Island Province. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia, 22(2), 133–139. https://doi.org/10.18343/jipi.22.2.133
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.