Abstract
Spiral of Silence Theory (Teori Spiral Keheningan) yang dikemukakan oleh Elisabeth Noelle-Neumann mengisyaratkan adanya keengganan seseorang untuk mengemukakan pendapatnya yang mungkin tidak sama dengan pendapat dari kebanyakan orang. Dalam perjalanan waktu, teori ini secara terus menerus mengalami proses pengujian pada saat teori tersebut digunakan oleh kalangan akademisi maupun masyarakat umum untuk menerangkan, meramalkan, menjelaskan fenomena komunikasi yang terus berkembang dan bervariasi. Seiring dengan kemajuan teknologi komunikasi dan informasi serta munculnya berbagai macam bentuk media baru telah berdampak kepada semakin meningkatnya keberanian orang dalam mengemukakan pendapatnya yang berbeda dengan pendapat dari kebanyakan orang. Dalam kondisi ini, Teori Spiral Keheningan ini tidak mampu secara lengkap dan akurat menjelaskan fenomena komunikasi yang menjadi perhatiannya. Hal ini membuktikan bahwa teori tersebut memiliki keterbatasan dalam menjelaskan fenomena. Kelemahan ini menjadi pembuka jalan bagi para ahli untuk melahirkan pemikiran baru dalam melakukan modifikasi teori maupun melahirkan teori baru. Teori yang tidak dapat lagi menjelaskan fenomena secara lengkap akan merubah teori tersebut menjadi sebuah asumsi saja.
Cite
CITATION STYLE
Hendra, Y. (2019). Spiral Of Silence Theory Versus Perkembangan Masyarakat Suatu Penjelasan dan Kritik Teori. JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study, 5(2), 106. https://doi.org/10.31289/simbollika.v5i2.2859
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.