Abstract
Chromoblastomycosis is a deep fungal infection of the skin and subcutaneous tissue caused by pigmented or dematiaceous fungi. This disease is endemic in tropical and subtropical regions such as Asia, Africa, and Latin America. Chromoblastomycosis is more common in adult men who work in agricultural areas, work as gardeners, or as carpenters. The diagnosis of chromoblastomycosis is confirmed by the finding of muriform cells or medlar bodies obtained from skin scrapings, microscopic culture, or tissue histopathological examination. The clinical feature varies, the initial lesion is a papule that spreads slowly over several months or years, and then this lesion will form a plaque with atrophic center. Many patients go undiagnosed at the early stage of the disease because this stage is rarely seen. Treatment of chromoblastomycosis includes surgery for the initial lesion and pharmacological therapy using antifungal agent such as itraconazole, the most commonly used drug for the treatment of chromoblastomycosis. The prognosis for chromoblastomycosis is poor, except on new lesions.Kromoblastomikosis merupakan infeksi jamur profunda pada kulit dan jaringan subkutan yang disebabkan oleh jamur berpigmen atau jamur dematiaceous. Penyakit ini merupakan endemi di daerah tropis dan subtropis seperti Asia, Afrika, dan Amerika Latin. Kromoblastomikosis lebih banyak ditemukan pada laki-laki dewasa yang bekerja di area pertanian, tukang kebun, maupun tukang kayu. Diagnosis kromoblastomikosis ditegakkan melalui pemeriksaan kerokan kulit, kultur mikroskopik, atau ditemukan sel muriform atau medlar bodies pada pemeriksaan histopatologi maupun kultur. Gambaran klinis bervariasi, lesi awal berupa papul yang menyebar secara lambat selama beberapa bulan sampai tahun, kemudian lesi akan membentuk suatu plak dengan bagian tengah atropi. Banyak pasien tidak terdiagnosis pada tahap awal perkembangan penyakit dikarenakan tahap ini jarang terlihat. Pengobatan kromoblastomikosis meliputi pembedahan lesi awal dan terapi farmakologis dengan agen antifungal seperti itraconazole, yang paling umum digunakan dalam pengobatan kromoblastomikosis. Prognosis kromoblastomikosis tidak terlalu baik, kecuali pada lesi yang baru.
Cite
CITATION STYLE
Danu Yuliarto, Achmad Satya Negara, Harijono Kariosentono, Nugrohoaji Dharmawan, & Nurrachmat Mulianto. (2023). Kromoblastomikosis Penyakit Jamur yang Terabaikan. MEDICINUS, 36(1), 39–45. https://doi.org/10.56951/medicinus.v36i1.116
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.