RESPON PERTUMBUHAN BIBIT PADI PANDANWANGI (Oryza sativa L. Aromatic) TERHADAP LAMA PERENDAMAN DAN KONSENTRASI RIZOBAKTERIA PEMACU PERTUMBUHAN TANAMAN (RPPT)

  • Yana Muhammad Yasin W
N/ACitations
Citations of this article
25Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Abstrak Penggunaan bakteri non patogenik yang dieksplorasi dari perakaran tanaman (rizobakteri) yang tergolong ke dalam kelompok Rizobakteri Pemacu Pertumbuhan Tanaman (RPPT) merupakan satu sumbangan bioteknologi dalam usaha peningkatan produktivitas tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi RPPT dan lama waktu perendaman benih dengan RPPT, serta interaksinya terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman padi Pandanwangi. Penelitian dilaksanakan bulan Maret sampai bulan Juni 2018, menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan 2 faktor perlakuan yaitu lama waktu perendaman benih dan konsentrasi RPPT. Faktor I : Lama perendaman benih, dengan perlakuan : T0 = tanpa perendaman, T1 = 4 jam, T2 = 8 jam, T3 = 12 jam Faktor II, dengan perlakuan : Konsentrasi RPPT: K0 = Tanpa pemberian RPPT (kontrol), K1 = 5g RPPT/L air, K2 = 10g RPPT/L air, K3 = 15g RPPT/L air. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi RPPT dan lama perendaman benih tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah benih berkecambah, tinggi bibit, panjang akar dan berat basah bibit padi Pandanwangi, tetapi terjadi interaksi nyata antara konsentrasi RPPT dan lama perendaman benih terhadap jumlah benih berkecambah yaitu K1 (5g/L RPPT) dengan T1 (4 jam), serta K1 (5g/L), K2 (10g/L) dengan (T0). Konsentrasi RPPT dan lama perendaman benih berinteraksi nyata pada tinggi bibit 2 mss yaitu K1 (5g/L) dengan T1 (4 jam), serta K1 (5g) dan K2 (10g) dengan (T0). Interaksi nyata juga terjadi pada 4 mss, yaitu T3 (8jam) dan T4 (12 jam)dengan K1(5g/L), K2 (10g/L), dan K3 (15g/L). Tidak terdapat interaksi nyata antara konsentrasi RPPT dan lama perendaman benih terhadap panjang akar dan berat basah bibit padi Pandanwangi. Perlakuan konsentrasi dan lama perendaman benih dengan RPPT harus memperhatikan jenis tanaman dan kondisi lingkungan RPPT akan diaplikasikan. Kata kunci : Interaksi, Konsentrasi, Lama Perendaman, Pandanwangi, Rizobakteri. Abstract The use of non-pathogenic bacteria explored from the roots of plants (rhizobacteria) belonging to the group Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) is a contribution of biotechnology to increase crop productivity. This study aimed to determine the effect of PGPR concentration and duration of seed soaking with PGPR, and their interaction on vegetative growth of Pandanwangi rice. Research conducted from March to June 2018, using Factorial Complete Randomized Design with 2 factors of treatment ie: Factor I: Soaking period of seed, with treatment combinations : T0 = without soaking, T1 = 4 hours, T2 = 8 hours, T3 = 12 hours. Factor II: PGPR concentration, with treatment combinations: K0 = No PGPR (control), K1 = 5 g PGPR / L water, K2 = 10 g PGPR / L water, K3 = 15 g PGPR / L water. The results showed that the concentration of PGPR and duration of seed soaking did not significantly affect on the number of seed germination, seed height, root length and wet weight of Pandanwangi rice seedlings, but there 146

Cite

CITATION STYLE

APA

Yana Muhammad Yasin, W. S. &. (2018). RESPON PERTUMBUHAN BIBIT PADI PANDANWANGI (Oryza sativa L. Aromatic) TERHADAP LAMA PERENDAMAN DAN KONSENTRASI RIZOBAKTERIA PEMACU PERTUMBUHAN TANAMAN (RPPT). AGROSCIENCE (AGSCI), 8(2), 146. https://doi.org/10.35194/agsci.v8i2.526

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free