Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menggali peran dan fungsi Seni Beluk sebagai identitas budaya masyarakat Kampung Adat Cikondang, Kabupaten Bandung. Seni Beluk merupakan kesenian vokal tradisional Sunda yang diwariskan secara turun-temurun dan mengandung nilai spiritual serta sosial. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Seni Beluk tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media dakwah, penyampai nasihat moral, dan penguat nilai-nilai adat dalam kehidupan masyarakat. Syair Beluk dilantunkan dalam berbagai peristiwa penting seperti kelahiran, tasyakur, pembangunan rumah, dan khitanan, dengan makna religius dan sosial yang mendalam. Tantangan utama dalam pelestariannya adalah regenerasi pelaku seni akibat rendahnya minat dan kemampuan generasi muda. Upaya pelestarian dilakukan melalui pendidikan budaya dan dokumentasi. Seni Beluk menjadi simbol ketahanan budaya masyarakat Cikondang dan integrasinya dalam layanan bimbingan dan konseling menunjukkan potensinya dalam pembentukan karakter peserta didik. Oleh karena itu, pelestarian Seni Beluk menjadi krusial dalam menjaga identitas budaya lokal di tengah arus modernisasi.
Cite
CITATION STYLE
Adilaturohman, N., Fauziyah, N. Z., Nuranggraeni, K., Hanif, H., Yanti, D., Suris, R., & Supriatna, M. (2025). Seni Beluk sebagai Identitas Budaya di Kampung Adat Cikondang. Jurnal Pengembangan Dan Pengabdian Masyarakat Multikultural, 3(2), 85–91. https://doi.org/10.57152/batik.v3i2.2085
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.