PEMBELAJARAN RAGAM KELAS/ TINGKATAN (Multigrade Teaching) DI SEKOLAH DASAR (SD): Konsep dan Penerapannya

  • Siahaan S
N/ACitations
Citations of this article
23Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

“Pembelajaran Ragam Kelas/Tingkatan (PRK/T)” tidak hanya terdapat di negara-negara yang sedang berkembang tetapi banyak juga di negara-negara maju. Pada umumnya, model “Pembelajaran Ragam Kelas/Tingkatan (PRK/T)” banyak diterapkan di Sekolah Dasar (SD). Artinya, banyak SD yang dikelola oleh beberapa orang guru dan bahkan oleh seorang guru (one-teacher school). Sedangkan lazimnya SD menerapkan sistem guru kelas (classroom teachers). Mengingat siklus atau masa belajar di SD berlangsung selama 6 (enam) tahun, maka ada 6 tingkatan (kelas) yang harus dilalui setiap siswa selama belajar di SD, yaitu dimulai dari kelas/tingkat 1 (grade 1) sampai dengan kelas/tingkat 6 (grade 6). Karena itu, setidak-tidaknya setiap SD dikelola oleh seorang Kepala Sekolah dan dibantu oleh 6 guru (1 + 6). Namun tidak semua SD dapat menerapkan model SD (1+6) terutama di negara-negara yang sedang berkembang dan miskin. “Pembelajaran ragam kelas/tingkatan” telah diterapkan di beberapa negara, seperti: Amerika Serikat, Australia, Cina, Finlandia, Indonesia, Inggris, Jepang, Jerman, dan Kanada. Dalam kaitan ini, konsep tentang “pembelajaran ragam kelas/ tingkatan” (multigrade teaching) dan berbagai pemikiran/ permasalahan yang terkait akan dibahas di dalam tulisan ini sebagai kontribusi terhadap penyelenggaraan SD model “pembelajaran ragam kelas/tingkatan”.

Cite

CITATION STYLE

APA

Siahaan, S. (2018). PEMBELAJARAN RAGAM KELAS/ TINGKATAN (Multigrade Teaching) DI SEKOLAH DASAR (SD): Konsep dan Penerapannya. Jurnal Teknodik, 043–067. https://doi.org/10.32550/teknodik.v4i15.382

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free