Pluralisme Budaya dalam Pendidikan Dakwah Islam Multikultural

  • Ghofir J
  • Khoiriyah
N/ACitations
Citations of this article
67Readers
Mendeley users who have this article in their library.
Get full text

Abstract

Indonesia sebagai sebuah Negara pastilah memiliki keragaman baik pada sisi  sosial, masyarakat, suku, ras, agama dan budaya. Keanekaragaman yang hadir di bumi Nusantara bukanlah hal yang aneh. Sejarah telah mencatat, pondasi peradaban sudah terbentuk dengan begitu indahnya oleh nenek moyang kita.  Begitu juga halnya, ketika Islam sebagai sebuah teologi baru yang dibawa oleh para pendakwah atau yang kita kenal dengan sebutan Wali, mulai menapakkan jejak tradisi dan kebudayaan. Kehadiran teologi baru yakni Islam menambah khazanah kebudayaan yang disandingkan dengan tradisi dan kebudayaan masyarakat lokal. Pertemuan budaya inilah melahirkan nilai-nilai keadaban dalam berbagai aspek kehidupan terutama pada nilai-nilai pendidikan budaya. Warisan kebudayaan yang ditinggalkan oleh para Wali dengan mengedepankan nilai-nilai penghormatan pada perbedaan (tasammuh) menjadi inti kuatnya ikatan antar anak bangsa dalam menyikapi perbedaan. Bertemunya unsur kebudayaan lama dan kebudayaan baru  yang saling mengisi, merupakan contah nyata dalam menyikapi pluralisme budaya yang hadir di tengah-tengah kehidupan berbangsa dan bernegara. Nilai-nilai pendidikan kebudayaan yang sudah diukir dalam catatan sejarah leluhur bangsa ini, seyogyanyalah tetap dipertahankan dan bahkan dikembangan dalam sebuah institusi pendidikan yang berorientasikan pada penyelamatan dan pengimplementasian nilai-nilai luhur keragaman budaya. Kata kunci : Islam, Pluralisme, Budaya, Dakwah, Pendidikan Abstract Indonesia as a country must have diversity in terms of social, community, ethnicity, race, religion and culture. The diversity that is present in the archipelago is not a strange thing. History has recorded, the foundation of civilization has been formed so beautifully by our ancestors. Likewise, when Islam as a new theology brought by the preachers or what we know as Wali, began to tread traces of tradition and culture. The presence of a new theology, namely Islam, adds to the cultural treasures that are juxtaposed with the traditions and culture of the local community. This cultural meeting gave birth to the values ​​of civilization in various aspects of life, especially in the values ​​of cultural education. The cultural heritage left by the Guardians by prioritizing the values ​​of respect for differences (tasammuh) is the core of the strong bond between the nation's children in responding to differences. The meeting of elements of old culture and new culture that complement each other is a real example in responding to cultural pluralism that is present in the midst of national and state life. The values ​​of cultural education that have been engraved in the historical records of this nation's ancestors should be maintained and even developed in an educational institution that is oriented towards saving and implementing the noble values ​​of cultural diversity. Keywords: Islam, Pluralism, Culture, Da'wah, Education

Cite

CITATION STYLE

APA

Ghofir, J., & Khoiriyah. (2022). Pluralisme Budaya dalam Pendidikan Dakwah Islam Multikultural. Busyro : Jurnal Dakwah Dan Komunikasi Islam, 3(2), 65–75. https://doi.org/10.55352/kpi.v3i2.582

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free