Abstract
Telah disepakasi oleh seluruh dunia bahwa isu cahaya buatan di malam hari merupakan polusi karena mempertimbangkan dampak negatif yang diberikan pada lingkungan, hewan, dan bahkan manusia itu sendiri. Efek polusi ini dalam biologi dikaji dikaitkan dengan aktivitas hewan terutama pada kelompok invertebrata. Invertebrata menyusun sebagian besar hewan di muka bumi yakni diantaranya adalah hewan nokturnal. Salah satu invertebrata nokturnal yang habitatnya dekat dengan infrastruktur publik adalah jangkrik lapangan atau jangkrik kalung (Gryllus bimaculatus). Dengan jumlah penduduk yang banyak dan data konsumsi listrik yang tinggi, besar kemungkinan hewan nokturnal di Indonesia seperti jangkrik terpapar efek polusi cahaya yang berdampak mempengaruhi perilakunya seperti pola makan, sehingga penelitian ini dilakukan. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif eksploratif dengan mengamati pola makan dan pengaruhnya pada perilaku jangkrik dan menelaah atau menerjemahkan perilaku sebagai respon tertentu dengan sumber yang valid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa G. bimaculatus memperlihatkan perilaku agresif pada warna cahaya kuning sedangkan pola makan terbanyak dihasilkan pada pemberian cahaya kuning dan hijau akan tetapi mortilitas pada cahaya tersebut juga tinggi.Kata kunci: Cahaya, Jangkrik, Pola Makan
Cite
CITATION STYLE
Arianti, L. A., Tito, S. I., & Mubarakati, N. J. (2023). Analisis Pengaruh Pemberian Polusi Cahaya Terhadap Pola Makan Jangkrik. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sains Unisma Malang, 1(1), 14. https://doi.org/10.33474/jimsum.v1i1.20084
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.