Abstract
Mangrove memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan, termasuk menahan gelombang, mencegah abrasi, habitat berbagai jenis biota, serta menyimpan karbon untuk mitigasi perubahan iklim. Namun, ekosistem mangrove saat ini menghadapi ancaman degradasi yang serius akibat aktivitas manusia dan perubahan iklim, sehingga diperlukan langkah perlindungan, rehabilitasi, serta partisipasi aktif masyarakat untuk menjaga kelestariannya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini berupaya melestarikan ekosistem mangrove melalui kegiatan pembibitan (nursery) dan penanaman mangrove (out-planting) di area potensial yang belum ditumbuhi mangrove di Dusun Siung, Sekotong, Lombok Barat. Kegiatan nursery yang dilakukan meliputi: teknik mengkoleksi bibit dari alam, pemilihan dan pemilahan bibit yang sehat, penempatan bibit dalam media tanam, dan teknik perawatan bibit. Sedangkan kegiatan out-planting meliputi: teknik penanaman bibit di alam dan cara pemantauan (monitoring) bibit mangrove yang telah ditanam supaya tidak mati. Selama ± 2 bulan, kegiatan pengabdian ini telah menghasilkan 3200 bibit mangrove dari jenis Rhizophora mucronata, Rhizophora apiculata, Rhizophora stylosa dan Ceriops tagal, dengan tingkat kelulushidupan sebesar 87,5%. Adapun untuk kegiatan out-planting, sebanyak 2700 bibit mangrove telah berhasil di tanam di lokasi yang tidak jauh dari area pembibitan. Fluktuasi pasang-surut air laut, kehadiran hama penyakit dan pemangsa menjadi kendala dalam proses pengoleksian dan perawatan bibit. Sedangkan dalam kegiatan out-planting, diperlukan pemantauan dan pemeliharaan yang berkesinambungan sehingga tingkat kelulushidupan bibit yang ditanam di alam tetap tinggi.Mangroves play a crucial role in maintaining environmental balance, including wave attenuation, preventing erosion, providing habitat for various species, and storing carbon to mitigate climate change. However, mangrove ecosystems are currently facing serious degradation threats due to human activities and climate change, necessitating protective measures, rehabilitation, and active community participation to ensure their preservation. This community service initiative aims to conserve mangrove ecosystems through nursery activities (nursery) and mangrove planting (out-planting) in potential areas not yet populated by mangroves in Siung Village, Sekotong, West Lombok. The nursery activities include techniques for collecting seedlings from the wild, selecting and sorting healthy seedlings, placing them in planting media, and caring for the seedlings. Meanwhile, the out-planting activities involve planting the seedlings in the wild and monitoring the planted mangroves to ensure their survival. Over approximately two months, this project has produced 3,200 mangrove seedlings of Rhizophora mucronata, Rhizophora apiculata, Rhizophora stylosa, and Ceriops tagal species, with a survival rate of 87.5%. As for the out-planting activities, 2,700 mangrove seedlings have been successfully planted in areas near the nursery site. Challenges encountered during seedling collection and care include tidal fluctuations, the presence of pests and predators. In the out-planting activities, ongoing monitoring and maintenance are required to maintain a high survival rate for the seedlings planted in the wild.
Cite
CITATION STYLE
Ibadur Rahman, Fadillah, F., Devi, L., Z, M. F. A., Sultansyah, M., Siahaya, P. A., … Putra, B. R. R. (2024). TEKNIK NURSERY DAN OUT-PLANTING SEBAGAI UPAYA PELESTARIAN MANGROVE DI DUSUN SIUNG, SEKOTONG, LOMBOK BARAT. Jurnal Pepadu, 5(4), 811–820. https://doi.org/10.29303/pepadu.v5i4.5443
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.