Proses Collaborative Governance untuk Mengurangi Dampak Abrasi

  • Al Hafis R
  • Wardana D
  • Setiawati S
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
53Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui proses collaborative governance untuk mengurangi dampak abrasi. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat kepentingan yang berbeda pada setiap stakeholder dalam penanganan abrasi, koordinasi dilaksanakan pada saat kegiatan penanganan berlangsung bukan pada tahapan face to face dialogue, kesiapan dalam aspek finansial yang kurang memadai dari daerah dalam penanganan abrasi, pemanfaatan teknologi yang masih belum memadai baik sebelum maupun sesudah abrasi, serta adanya dominasi stakeholder yakni masyarakat yang lebih dominan dalam penanganan karena adanya dampak langsung yang dirasakan oleh warga. Simpulan penelitian yaitu perlunya keterlibatan aktif baik dari Perguruan Tinggi, Lembaga Swadaya Masyarakat, masyarakat terdampak, sektor swasta, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), serta Pemerintah untuk mengurangi dampak abrasi. Kata Kunci: Abrasi, Berkelanjutan, Collaborative, Governance.

Cite

CITATION STYLE

APA

Al Hafis, R. I., Wardana, D., Setiawati, S., & Putra, A. I. (2024). Proses Collaborative Governance untuk Mengurangi Dampak Abrasi. Kaganga:Jurnal Pendidikan Sejarah Dan Riset Sosial Humaniora, 7(1), 521–529. https://doi.org/10.31539/kaganga.v7i1.9061

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free