Abstract
Media sosial dianggap sebagai alat penghibur diri (self healing) dari tekanan perasaan dan beban pikiran oleh remaja. Pemanfaatannya dengan mengonsumsi atau mengunggah sesuatu yang dianggap mewakili keadaan dirinya. Analisis Wacana Kritis Teun A. Van Dijk telah digunakan untuk menganalisis setiap unggahan yang dibagikan oleh informan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis wacana quotes islami sebagai alat self healing remaja Islam melalui media sosial. Penelitian ini menggunakan paradigma kualitatif dengan subjek penelitiannya adalah remaja usia 18-21 tahun. Kriteria khusus telah ditetapkan untuk memvalidasi informan agar dapat diwawancari, observasi dan dokumentasi guna memperoleh data yang kredibel. Hasil Penelitian menunjukkan dimensi teks: dimensi teks yang terkandung dalam unggahan yang dibagikan oleh remaja cenderung menjadi gambaran atas apa yang dirasakannya, isi teks dalam kutipan unggahan tersebut merupakan ungkapan remaja mengenai kondisi psikologisnya. Dimensi kognisi sosial: quotes di Instagram story oleh remaja tersebut memiliki banyak kesamaan dimana alasan teks tersebut diproduksi. Quotes berisi tentang kekhawatiran, ketakutan, perasaan bersalah yang merupakan salah satu gejala dari kesehatan mental, quotes sebagai self-reminder atau pengingat diri. Dimensi konteks sosial, remaja mengharapkan respon positif dan negatif, adanya motif untuk menemukan jawaban atas pertanyaan- pertanyaan dari dalam diri remaja, respon melahirkan suasana dan merasa down akibat permasalahan yang sedang dihadapi.
Cite
CITATION STYLE
Hero, E., Qurniawati, E. F., & Hermanto, B. (2023). Analisis Wacana Self Healing Remaja Islam melalui Quotes Keislaman di Instagram. Komunikasiana: Journal of Communication Studies, 5(2), 87. https://doi.org/10.24014/kjcs.v5i2.26795
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.