Perbandingan Pertumbuhan Jamur Aspergillus flavus Pada Media PDA (Potato Dextrose Agar ) dan Media Alternatif dari Singkong (Manihot esculenta Crantz)

  • Wantini S
  • Octavia A
N/ACitations
Citations of this article
1.1kReaders
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Abstrak Potato Dextrose Agar (PDA) merupakan salah satu media yang digunakan untuk pertumbuhan jamur Aspergillus flavus. Media PDA dibuat pabrik dalam bentuk sediaan siap pakai, harganya mahal, higroskopis, dan hanya diperoleh pada tempat tertentu. Melimpahnya sumber alam seperti singkong (Manihot esculenta Crantz), dapat digunakan sebagai media alternatif pertumbuhan mikroorganisme. Dilakukan modifikasi media pertumbuhan jamur Aspergillus flavus menggunakan air rebusan singkong sebagai komposisi utama pengganti karbohidrat dari kentang. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbandingan pertumbuhan jamur Aspergillus flavus pada media PDA dan media alternatif dari singkong. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan cara menginokulasikan Aspergillus flavus dengan metode single dot. Pengamatan dilakukan selama tujuh hari secara makroskopis dengan mengukur diameter koloni jamur menggunakan jangka sorong dalam satuan mm serta dilakukan uji penegasan secara mikroskopis. Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata pertumbuhan diameter koloni pada media PDA adalah 30,911 mm dengan standar deviasi 15,335 mm, sedangkan untuk media singkong rata-rata diameter koloninya adalah 34,592 mm dengan standar deviasi 15,219 mm. Hasil uji statistik didapatkan nilai p = 0,690 > 0,05, artinya bahwa tidak ada perbedaan antara rata-rata diamater koloni pertumbuhan Aspergillus flavus pada media PDA dan media singkong. Dapat disimpulkan bahwa media singkong merupakan media alternatif yang cukup optimal sebagai pengganti media PDA instan. Abstract Potato Dextrose Agar (PDA) is one of the medium used for growth of Aspergillus flavus fungus. PDA media are manufactured in ready-to-use dosage forms, they are expensive, hygroscopic, and are only available in certain places. The abundance of natural resources such as cassava (Manihot esculenta Crantz), can be used as an alternative medium for the growth of microorganisms. Conducted media modification of growth of Aspergillus flavus fungus using cassava boiling water as the main composition of carbohydrate replacement from potatoes. The purpose of this research is to know the comparison of Aspergillus flavus fungus growth on PDA media and alternative media from cassava. This research is an experimental research by way of inoculating Aspergillus flavus with single dot method. Observations were made for seven days macroscopically by measuring the diameter of fungal colonies using the sliding range in mm and microscopic assay testing. The results showed that the average growth of colony diameter on PDA media was 30.911 mm with a standard deviation of 15.335 mm, while for cassava media the average colony diameter was 34.592 mm with a standard deviation of 15.219 mm. The result of statistical test obtained p value = 0.690> 0,05, meaning that there is no difference between mean diameter of Aspergillus flavus growth colony on PDA media and cassava media. It can be concluded that cassava media is an alternative media that is optimal enough as a substitute for instant PDA media.

Cite

CITATION STYLE

APA

Wantini, S., & Octavia, A. (2018). Perbandingan Pertumbuhan Jamur Aspergillus flavus Pada Media PDA (Potato Dextrose Agar ) dan Media Alternatif dari Singkong (Manihot esculenta Crantz). Jurnal Analis Kesehatan, 6(2), 625. https://doi.org/10.26630/jak.v6i2.788

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free