Reorientasi, Peran dan Tantangan Pendidikan Islam di tengah Pandemi

  • Prasetia S
  • Fahmi M
N/ACitations
Citations of this article
405Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Tahun 2020 menjadi tahun kelabu bagi pendidikan Islam. Pandemi COVID-19 telah merombak tatanan pendidikan Islam yang berlangsung “nyaman” selama ini. Masa depan pendidikan Islam, madrasah dan pesantren yang tersebar se-antero Nusantara terancam mengalami lost education sehingga dikhawatirkan lost generation. Kebijakan Work From Home (WFH), social and physical distancing, proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) menggunakan sistem daring (online) turut meramaikan dinamika pendidikan Islam. Pembelajaran yang semula dilakukan secara luring beralih menjadi daring. Penerbitan SKB (surat keputusan bersama) empat menteri tentang penyelenggaran pembelajaran di awal tahun pelajaran 2020/2021, dan Surat Keputusan Dirjen Pendis Nomor 2791 Tahun 2020 tentang panduan kurikulum darurat bagi madrasah untuk mendukung pembelajaran di tengah pandemi Covid-19 menjadi bukti untuk itu. Keputusan kementerian di atas mengindikasikan bahwa sudah waktunya reorientasi dan peran pendidikan Islam mulai mengakselerasi format pembelajarannya. Pengadaptasian semacam ini merupakan sebuah keharusan dalam menjawab tantangan pendidikan Islam di tengah pandemi. Reorientasi dan revitalisasi peran, serta tantangan pendidikan Islam adalah keniscayaan dalam merespons suasana pandemi Covid-19 dan era disrupsi teknologi 4.0. Artikel ini hendak mengeksplorasi bagaimana reorientasi, peran dan tantangan pendidikan Islam di tengah pandemi.

Cite

CITATION STYLE

APA

Prasetia, S. A., & Fahmi, M. (2020). Reorientasi, Peran dan Tantangan Pendidikan Islam di tengah Pandemi. TARBAWI, 9(1), 21–38. https://doi.org/10.36781/tarbawi.v9i1.3128

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free