Pengaruh Variasi Sumber Nitrogen pada Produksi Selulosa Bakteri dari Limbah Kulit Pisang

  • Panjaitan J
  • Wibowo A
N/ACitations
Citations of this article
29Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Pisang merupakan salah satu komoditas tanaman pangan yang paling banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia sehingga mengakibatkan meningkatnya limbah kulit pisang. Limbah kulit pisang memiliki banyak kandungan yang masih belum dimanfaatkan. Salah satu produk yang dapat diproduksi dengan bahan baku limbah kulit pisang adalah selulosa bakteri atau nata. Pada penelitian ini akan diteliti pengaruh pemberian bahan alami yang mengandung nitrogen seperti tauge, santan kelapa dan urea dalam pertumbuhan bakteri Acetobacter xylinum untuk menghasilkan bakteri selulosa dari bahan baku kulit pisang. Dari hasil penelitian diperoleh urea sebagai sumber nitrogen alami memberikan hasil produksi nata yang paling tinggi pada waktu fermentasi 10 hari dengan nilai rendemen 46,90%, kadar air 17,38%, dan berat natanya 190,18 gram. Sedangkan sumber nitrogen alami dari santan kelapa dengan waktu fermentasi 5 hari memberikan hasil nata yang paling rendah dengan nilai rendemen 6,53%, kadar air 51,72%, dan berat natanya 5,57 gram. Fermentasi selulosa bakteri selama 10 hari menghasilkan selulosa yang paling tinggi dibandingkan dengan 5 hari.

Cite

CITATION STYLE

APA

Panjaitan, J. R. H., & Wibowo, A. (2022). Pengaruh Variasi Sumber Nitrogen pada Produksi Selulosa Bakteri dari Limbah Kulit Pisang. Journal of Chemical Process Engineering, 7(2), 103–108. https://doi.org/10.33536/jcpe.v7i2.1223

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free