Abstract
Artikel mengangkat wacana suatu tradisi yang berjudul “ Upacara adat kematian Cawir metua batak karo" untuk dianalisis dalam wacana secara kritis. Rumusan masalah yang diteliti ini yaitu (1) bagaimana pihak keluarga Menjalankan upacara adat kematian Cawir Metua ? , (2) perubahan apa saja yang terdapat didalam upacara adat kematian cawir metua? , (3) faktor apa saja yang mempengaruhi perubahan upacara kematian adat cawir metua? dan (4) bagaimana modal sosial didalam upacara kematian cawir metua?. Metode yang digunakan didalam tulisan ini yauti metode kualitatif. Sumber data yang diperoleh melalui sosial media. Tehnik pengumpulan data ialah dengan menyimak dan mencatat data melalui sumber internet. Hasil penelitian memaparkan berdasarkan analisis pada Upacara kematian adat Cawir Metua secara analisisi wacana kritis. Yang disebut cawir metua ialah yang sudah tiada, dan bisa juga disebut semua anak-anaknya sudah menikah (berkeluarga) serta telah memiliki cucu dari anak laki-laki dan perempuannya. Cawir Metua adaalah tingkat upacara adat kematian yang didambakan pada setiap masyarakat etnik Batak karo karena dapat dikatakan tanggung jawabnya di dunia ini sudah selesai guna mendidik anak-anaknya sampai semua anak-anaknya berkeluarga. Masyarakat Karo melaksanaan upacara adat kematian cawir metua sudah menjadi tradisi adat-istiadat turun temurun yang dilakukan bagi kerabat yang sudah meninggal apalagi sudah berada di fase Cawir metua.
Cite
CITATION STYLE
Natasya, S. N. B. T., Sekali, E. K. K., Aritonang, R. S., & Sinulingga, J. (2023). Upacara Adat Kematian Cawir Metua Batak Karo : Kajian Wacana Kritis. Kompetensi, 16(2), 371–377. https://doi.org/10.36277/kompetensi.v16i2.197
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.