Abstract
Technology in Indonesia has been applied in various fields, both in education, government, health and other community activities. At KPP Madya Palembang, Information Technology has been applied in various activities and services, one of which is on the website of Satu Kemenkeu. On the Satu Kemenkeu website, it is a new system implemented by KPP Madya Palembang. Satu Kemenkeu is a new system that has never been analyzed. In Satu Kemenkeu, various problems were found such as usability, Interface, Home section that cannot be fully functioned, some features cannot be accessed. Based on the problems found, an analysis is needed to measure the quality of Satu Kemenkeu. Measurement of quality in the category of user readiness and acceptance at Satu Kemenkeu to determine the readiness of users to accept the technology. The model used in readiness and acceptance is the Technology Readiness Acceptance Model (TRAM). This study uses 7 variables in TRAM, namely Optimism, Innovativeness, Discomfort, Insecurity, Perceived Usefulness, perceived ease of use, intention to use. This study distributed questionnaires to 114 employees of KPP Madya Palembang as users of Satu Kemenkeu. Then, for data analysis used SEM-PLS with SmartPLS Tools. The results of this study from 10 hypotheses there are 4 hypotheses accepted and 6 rejected. The overall results show the quality of one ministry of finance using TRAM of 71.8%, this shows that the quality of the one ministry of finance application can be used and accepted by users.Teknologi di Indoensia sudah diterapkan diberbagai bidang, baik dari pendidikan, pemerintah, kesehatan dan kegiatan masyarakat lainnya. Pada KPP Madya Palembang telah menerapkan Teknologi Informasi diberbagai kegiatan dan layanan, salah satunya yaitu pada website satu kemenkeu. Pada website Satu Kemenkeu merupakan sistem baru yang diterapkan oleh KPP Madya Palembang. Satu Kemenkeu merupakan sistem baru yang belum pernah dilakukan analisis. Pada Satu Kemenkeu ditemukan berbagai macam permasalahan seperti kegunaan, Interface, bagian Home yang belum bisa difungsikan semua, beberapa fitur belum bisa diakses. Berdasarkan permasalahan yang ditemukan, maka diperlukan suatu analisis untuk mengukur kualitas Satu Kemenkeu. Pemgukuran kualitas pada kategori kesiapan dan penerimaan pengguna pada Satu Kemenkeu untuk mengetahui kesiapan pengguna dalam menerima teknologi tersebut. Model yang digunakan pada kesiapan dan penerimaan yaitu Technology Readiness Acceptance Model (TRAM). Pada penelitian ini menggunakan 7 variabel yang ada pada TRAM yaitu Optimism, Innovativeness, Discomfort, Insecurity, Perceived Usefullnes, perceived ease of use, intention to use. Penelitian ini disebarkan kuesioner kepada 114 pegawai KPP Madya Palembang sebagai pengguna Satu Kemenkeu. Kemudian, untuk analisis data yang digunakan yaitu SEM-PLS dengan Tools SmartPLS. Hasil penelitian ini dari 10 hipotesis terdapat 4 hipotesis diterima dan 6 ditolak. Hasil dari keseluruhan menunjukkan kualitas satu kemenkeu menggunakan TRAM sebesar 71,8%, hal ini menunjukkan bahwa kualitas aplikasi satu kemenkeu sudah dapat digunakan dan diterima oleh pengguna.
Cite
CITATION STYLE
Mukarromah, D., & Herdiansyah, M. I. (2024). Analisis Pengukuran Kualitas Aplikasi Satu Kemenkeu pada KPP Madya Palembang Menggunakan Technology Readiness Acceptance Model (TRAM). Jurnal Teknologi Sistem Informasi Dan Aplikasi, 7(3), 1204–1212. https://doi.org/10.32493/jtsi.v7i3.41955
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.