Abstract
Tantrum adalah suatu kondisi luapan kemarahan sebab maksud dan tujuan anak sulit untuk dikomunikasikan. Tantrum biasa terjadi pada anak-anak yang aktif, memiliki keinginan besar dan kelebihan energi. Tantrum juga dapat terjadi oleh kebiasaan pola asuh yang tidak konsisten, ekpektasi yang tidak masuk akal, Hal ini menyebabkan masalah yang sering menimpa anak usia 18 bulan hingga usia 4 tahun. Salah satunya adalah masalah pengendalian emosi anak. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui faktor penyebab perilaku tantrum pada anak usia dini di Kecamatan barru Kabupaten Barru. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan studi cross sectional. Data dianalisis dengan menggunakan uji chi-square dengan tingkat signifikan α = 0,05. Sebanyak 90 responden yang memenuhi kriteria penelitian. Instrumen penelitian yang digunakan adalah interview, observasi dan kuisioner model skala Likert. hasil Uji chi-square menunjukkan bahwa ada hubungan antara perilaku tantrum dengan faktor penyebab fisiologi (р = 0,000), psikologi (р = 0,000), lingkungan (р = 0,000) dan pola asuh orang tua (р = 0,000) pada anak usia dini di Kecamatan Barru Kabupaten Barru. Berdasarkan hasil penelitian maka disimpulkan bahwa ada hubungan antara perilaku tantrum dengan faktor penyebab dari segi fisiologis, psikologis, lingkungan dan faktor pola asuh orang tua pada anak usia dini di Kecamatan Barru Kabupaten Barru.
Cite
CITATION STYLE
Haniarti, H., Afni, N., & Anggraeny, R. (2024). Understanding the Factors Behind Tantrum Behavior in Early Childhood: A Study from Barru District. AL-MAIYYAH : Media Transformasi Gender Dalam Paradigma Sosial Keagamaan, 17(2), 246–258. https://doi.org/10.35905/almaiyyah.v17i2.9250
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.