Menimbang Kesesuaian Pancasila Dengan Al-Quran

  • Nurdin Y
N/ACitations
Citations of this article
52Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Natsir berupaya untuk menjelaskan bahwa Pancasila merupakan perwujudan ajaran Islam. Meskipun Pancasila bukanlah Islam dan Islam pun bukan hanya Pancasila. Terlalu sempit jika Islam hanya dipahami sekedar kandungan dari sila-sila tersebut. Islam bersifat universal dan komprehensif sedangkan Pancasila adalah ciptaan manusia yang tidak sama dengan Islam, yang memiliki sifat parsial.  Namun isi dari silanya sesuai dengan ajaran Islam. Tulisan ini mencoba mengkaji dan juga menimbang kesesuaian Pancasila dengan Al-Qur’an. Dari kajian yang dilakukan  ditemukan bahwa ide tentang Ketuhanan Yang Maha Esa tidak mungkin bertentangan dengan tauhid yaitu QS. Al-Ikhlas ayat 1, Begitu pula dengan kemanusiaan yang adil dan beradab serta keadilan sosial tidak mungkin bertentangan dengan konsep keadilan yang terdapat dalam QS.  An-Nisaa ayat 58, tidak mungkin juga kedaulatan rakyat bertentangan dengan prinsip musyawarah yang terdapat dalam QS. Al-Imran ayat 159. serta persatuan Indonesia yang di dalamnya berbeda suku, bahasa dan budaya bertentangan dengan QS. AlHujurat ayat 13. Gagasan Natsir ini menegaskan kesesuaian antara Pancasila dengan Islam

Cite

CITATION STYLE

APA

Nurdin, Y. Y. (2020). Menimbang Kesesuaian Pancasila Dengan Al-Quran. Khazanah Pendidikan Islam, 2(1), 34–42. https://doi.org/10.15575/kp.v2i1.8129

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free