Penerapan Arsitektur IoT Pada Inkubator Telur Puyuh Menggunakan Algoritma Fuzzy

  • Prasetyo A
  • Ratsanjani M
  • Sabana S
N/ACitations
Citations of this article
58Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Penggunaan mesin penetas telur dinilai mampu meningkatkan produktivitas peternak burung puyuh. Namun mesin tetas yang banyak digunakan peternak masih terdapat kelemahan, antara lain menggunakan kontrol on – off untuk sumber panas, pembalikan telur manual, dan monitoring masih dilakukan secara langsung. Pada penelitian ini, dibuat sistem untuk mesin penetas telur, yang mampu menstabilkan suhu kelembapan, memutar telur secara otomatis, dan monitoring kontrol dapat dilakukan melalui website. Pada sistem ini menggunakan 2 sensor yaitu DHT11 dan PIR untuk mengukur suhu, kelembapan dan mendeteksi telur yang telah menetas. Metode fuzzy sugeno digunakan untuk mengontrol intensitas cahaya lampu dan kecepatan kipas dengan parameter utama suhu dan kelembapan yang diambil dari data sensor DHT11. Pada pengujian yang telah dilakukan, sistem dapat menghasilkan respon yang sesuai dengan metode fuzzy sugeno yang disimulasikan pada matlab. Suhu pada inkubator yang dihasilkan dari penggunaan sistem ini, dapat stabil dengan rata – rata suhu 37.70⁰C dan kelembapan 39.68%.

Cite

CITATION STYLE

APA

Prasetyo, A., Ratsanjani, M. H., & Sabana, S. P. (2022). Penerapan Arsitektur IoT Pada Inkubator Telur Puyuh Menggunakan Algoritma Fuzzy. Jurnal Informatika Polinema, 8(3), 45–52. https://doi.org/10.33795/jip.v8i3.859

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free