PANTUN DI PASAR TERAPUNG LOK BAINTAN: MELESTARIKAN TRADISI LISAN ACIL-ACIL BANJARMASIN PENGGERAK EKONOMI DESA

  • Wahyu A
N/ACitations
Citations of this article
15Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Pantun di Pasar Terapung Lok Baintan adalah tradisi lisan yang digunakan oleh acil-acil (pedagang perempuan) di Banjarmasin sebagai alat komunikasi dalam aktivitas jual beli. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pantun sebagai tradisi lisan yang masih hidup dan berkembang di kalangan acil-acil sebagai identitas pelestari budaya lokal, serta kontribusinya dalam menggerakkan perekonomian desa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi partisipatif dengan pengamatan dan interaksi langsung peneliti terhadap acil-acil, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan pendekatan kualitatif untuk mengungkap makna, fungsi, dan keberlanjutan tradisi pantun dalam konteks sosial-ekonomi masyarakat setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pantun tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi dalam jual-beli di pasar, tetapi juga sebagai medium pelestarian budaya dan pembangun hubungan sosial antar pedagang dan pembeli. Tradisi ini memberikan nilai tambah bagi identitas lokal serta menjadi daya tarik ekonomi yang mendukung keberlangsungan pasar terapung sebagai pusat ekonomi desa dan menarik wisatawan sebagai salah satu objek wisata budaya. Tradisi lisan ini memberikan pengalaman unik bagi pengunjung yang ingin menyaksikan langsung interaksi jual-beli di atas perahu dengan sentuhan budaya lokal. Kehadiran wisatawan turut menggerakkan perekonomian desa, menjadikan pantun sebagai daya tarik wisata yang melestarikan identitas budaya sekaligus memperkuat posisi Pasar Terapung Lok Baintan sebagai destinasi wisata ikonik di Kalimantan Selatan.

Cite

CITATION STYLE

APA

Wahyu, A. R. M. (2024). PANTUN DI PASAR TERAPUNG LOK BAINTAN: MELESTARIKAN TRADISI LISAN ACIL-ACIL BANJARMASIN PENGGERAK EKONOMI DESA. Pangadereng : Jurnal Hasil Penelitian Ilmu Sosial Dan Humaniora, 9(2), 214–227. https://doi.org/10.36869/pjhpish.v9i2.402

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free