Abstract
Perhitungan sumberdaya berperan penting menentukan jumlah kualitas dan kemudahan dalam eksplorasi secara komersial dengan metode estimasi yang sesuai dengan kondisi geologi,genesa,dan mineralisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui total sumberdaya endapan nikel laterit dengan menggunakan metode metode N e a r serta mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perbedaan hasil estimasi sumberdaya dengan dua est n ei gh b ou r poi n t (NNP) dan I n ver se di st a n c e w ei gh t i n g (IDW) metode tersebut. Dari hasil estimasi sumberdaya dengan metode IDW pada penelitian ini diperoleh tonase sumberdaya sebesar 2.540.953 ton dengan rata-rata kadar Ni 1,85%. Sedangkan hasil tonase sumberdaya dengan metode NNP sebesar 2.412.852ton dengan rata-rata kadar Ni 1,95%. Total tonase sumberdaya endapan nikel laterit yang diperoleh pada Blok “X” Konawe memiliki selisih sebesar 128.101 ton. Berdasarkan perhitungan tersebut maka diperoleh persen selisih sebesar 5 %. Penyebab perbedaan hasil estimasi sumberdaya tersebut adalah jumlah titik yang berpengaruh dalam suatu blok. Perhitungan dengan metode IDW dihitung berdasarkan titik data yang terdekat dengan titik yang ditaksir, sedangkan perhitungan dengan metode NNP memperhitungkan nilai di suatu blok didasari oleh nilai titik yang paling dekat dengan blok tersebut. Kata
Cite
CITATION STYLE
Zibuka, M. I. (2016). ESTIMASI SUMBERDAYA NIKEL LATERIT DENGAN MEMBANDINGKAN METODE NEAREST NEIGHBOUR POINT DAN INVERSE DISTANCE WEIGHTING. Jurnal Geomine, 4(1). https://doi.org/10.33536/jg.v4i1.44
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.