Perkembangan Ilmu Hadis Periode Keempat dan Kelima

  • Bistara R
N/ACitations
Citations of this article
55Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Perkembangan ilmu hadis mencapai puncaknya pada masa keempat dan disempurnakan pada masa kelima. Mengapa dianggap demikian, karena pada masa keenam proses pembelajaran ilmu hadis berhenti dan tidak ada yang melanjutkan suatu discourse tentang ilmu hadis yang nanti baru akan muncul kembali pada masa ketujuh. Dalam suatu proses pengkajian keilmuan tidak bisa dilepaskan dari adayanya seorang tokoh yang meprakasia perubahan pada masanya bebgitu juga dengan ilmu hadis pada masa kempat dan kelima dengan memghasilkan tohoh seperti Imama Malik bin Anas dan Isma’il bin Ibrahim atau yang sering kita kenal sebagai Imam al-Bukhari. Mereka berdua adalah tokoh yang paling menonjol pada masanya walaupun banyak tokoh-tokoh yang lain. Maka dari itu pada masa keempat dan kelima bisa dikatakan sebagai masa Revolusioner dalam suatu discourse tentang hadis. Kata kunci: Imam Malik, Imam al-Bukhari, Revolusioner, dan Ilmu Hadis

Cite

CITATION STYLE

APA

Bistara, R. (2020). Perkembangan Ilmu Hadis Periode Keempat dan Kelima. KACA (Karunia Cahaya Allah): Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin, 10(1), 76–86. https://doi.org/10.36781/kaca.v10i1.3071

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free