Hubungan Panjang Badan Lahir dan Riwayat Imunisasi Dasar dengan Kejadian Stunting Balita

  • Windra Doni A
  • Yusefni E
  • Susanti D
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
150Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis sejak dalam kandungan sampai usia 2 tahun sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Data Riskesdas  prevalensi stunting secara nasional tahun 2007 sebesar 36,8 %, tahun 2013 sebesar 37, 2% dan tahun 2018 sebesar 30,8% . Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan panjang badan lahir dan riwayat imunisasi dasar dengan kejadian stunting pada balita. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan metode study literatur review jenis narrative review. Populasi penelitian ini Anak balita umur 12–59 bulan. Sampel penelitian dengan literatur yang diambil saat study literature review. Tahapan pengumpulan data berpedoman pada studi study literature review. Hasil penelitian ada hubungan panjang badan lahir dan riwayat imunisasi dasar dengan kejadian stunting dimana  panjang badan lahir dapat memicu stunting dan riwayat imunisasi dasar yang tidak lengkap berisiko terjadinya stunitng. Kesimpulan diketahui mayoritas kejadian stunting  terjadi pada anak balita. Disarankan kepada petugas kesehatan lebih meningkatkan upaya untuk mencegah stunitng di wilayah kerjanya masing-masing.

Cite

CITATION STYLE

APA

Windra Doni, A., Yusefni, E., Susanti, D., & Kartika Wulandari, P. (2020). Hubungan Panjang Badan Lahir dan Riwayat Imunisasi Dasar dengan Kejadian Stunting Balita. Jurnal Kesehatan, 13(2), 118–131. https://doi.org/10.32763/juke.v13i2.267

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free