Tradisi Ngabulâ di Madura (Sebuah Upaya Membentuk Keluarga Sakinah bagi Pasangan Muda)

  • Mu’in A
  • Hefni M
N/ACitations
Citations of this article
44Readers
Mendeley users who have this article in their library.
Get full text

Abstract

Abstrak: Sebuah keluarga hanya bisa terbentuk melalui proses pernikahan yang ber-tujuan untuk memeroleh ketenangan dan ketentraman. Keluarga yang di-liputi ketenteraman, kedamaian, ketenangan, dan kebahagiaan itu disebut se-bagai keluarga sakinah. Di Madura terdapat sebuah tradisi yang diyakini dapat membentuk keluarga sakinah, yakni tradisi ngabulâ menjelang per-nikahan. Tradisi ini hanya dilakukan oleh calon mempelai perempuan di ke-diaman kiai selama seminggu. Tradisi ngabulâ ini berpengaruh terhadap pem-bentukan keluarga sakinah bagi pasangan muda. Ini karena dalam tradisi tersebut, calon mempelai perempuan mendapatkan ilmu yang berhubungan dengan pembentukan keluarga sakinah. Ilmu-ilmu tersebut mencakup ilmu yang secara langsung disampaikan oleh keluarga kiai yang berkenaan dengan tata keluarga yang baik atau pun ilmu yang secara tidak langsung bisa dipe-lajari dengan memerhatikan bagaimana keluarga kiai menjalani kehidupan kesehariannya bersama keluarganya. Kata Kunci: Tradisi ngabulâ, keluarga sakinah, calon mempelai, kiai Abstract: A family can only be formed through the marriage process that aims to gain peace and serenity. The family overwhelmed by the peace and the serenity is referred to as a harmonious family. In Madura, there is a tradition which is believed that it can form a harmonious family. It is a ngabulâ tradition before the wedding. This tradition is carried out only by the future bride at the re-sidence of kiai for a week. The ngabulâ tradition has influence on the formation of harmonious family for young couples. This is because in the tradition, the future bride gets knowledges relating to the establishment of harmonious family. These knowledges include the knowledge that is directly delivered by kiai or nyai with respect to the system of good family or even knowledge that indirectly can be learned by watching how the kiai and nyai undergo the household life.

Cite

CITATION STYLE

APA

Mu’in, A., & Hefni, M. (2016). Tradisi Ngabulâ di Madura (Sebuah Upaya Membentuk Keluarga Sakinah bagi Pasangan Muda). KARSA: Jurnal Sosial Dan Budaya Keislaman, 24(1), 109. https://doi.org/10.19105/karsa.v24i1.999

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free