Abstract
Etnis Arab sejauh ini terus berkembang di Indonesia dimana dan mereka berusaha mempertahankan identitas kelompoknya. Salah satu tradisi yang mereka lakukan adalah mempertahankan keturunan dengan cara menikah sesama golongan Arab. Etnis Arab merupakan salah satu etnis yang sampai saat ini dalam melakukan pernikahan menganut aturan pernikahan secara endogami, hal ini tentu saja melahirkan rasa ingroup dan prasangka yang kuat. Garis yang digunakan dalam etnis Arab adalah garis keturunan ayah atau memakai aturan patrilineal, sehingga dalam hal pernikahan, laki-laki boleh bebas menikah dengan perempuan Arab atau perempuan diluar keturunan Arab karena garis keturunan berada di tangannya. Kaum perempuan bernasib sebaliknya dari kaum laki-laki, bagi perempuan yang tidak menjalani pernikahan terancam mendapatkan hukuman. Hal ini tentu saja membatasi hak perempuan etnis Arab untuk memilih keputusan mengenai pasangan hidup maupun. Selain pemabatasan hak pada perempuan baik dari segi hak untuk mengaktualisasikan diri agar bissa menjadi perempuan yang mandiri, pernikahan endogami juga membahayakan keurutuan dari hasil pernikahan tersebut yang nantinya hasil dari keturunan tersebut dapat meneruskan perjuangan negara Indonesia, serta kesehatan fisik maupun mental bagi perempuan itu sendiri.
Cite
CITATION STYLE
Allam, M. H., & Ninin, R. H. (2023). Pernikahan Endogami pada Kalangan Perempuan Etnis Arab di Indonesia. Jurnal Kajian Ilmiah, 23(3), 243–250. https://doi.org/10.31599/jki.v23i3.2781
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.