Sarekat Islam: Mediasi Perkecuan di Surakarta Awal Abad Ke-20

  • Rahmana S
N/ACitations
Citations of this article
43Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Sentimen rasial merupakan permasalahan klasik yang terjadi antara etnis cina dan kaum pribumi di nusantara sejak masa kolonial. Tulisan ini memfokuskan diri pada permasalahan sentimen rasial di Surakarta awal abad ke-20. Adapun tujuan tulisan ini yaitu menganalisis relevansi sentimen rasial, perkecuan, dan organisasi Sarekat Islam. Karya ini menggunakan metode historis dengan teknik penelitian berupa studi pustaka. Temuan riset ini yaitu kondisi sentimen rasial yang meningkat di Surakarta awal abad ke-20 memunculkan praktik perkecuan. Meningkatnya kasus perkecuan menyebabkan munculnya sebuah organisasi yang diberi nama Sarekat Islam. Hadirnya Sarekat Islam ditengah-tengah keterpurukan sosial-ekonomi merupakan bentuk resistensi kaum pribumi dalam menghadapi persaingan dengan etnis Cina, sekaligus sebagai tindakan bertahan menghadapi kebijakan Kolonial Belanda. Kata kunci : Sentimen rasial, Perkecuan, Surakarta, Sarekat Islam

Cite

CITATION STYLE

APA

Rahmana, S. (2018). Sarekat Islam: Mediasi Perkecuan di Surakarta Awal Abad Ke-20. JUSPI (Jurnal Sejarah Peradaban Islam), 2(1), 52. https://doi.org/10.30829/j.v2i1.1530

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free