Karakterisasi Mutu Ekstrak Kopi Hijau di Jawa Timur untuk Meningkatkan Nilai Ekonominya sebagai Bahan Sediaan Obat

  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
90Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Kandungan polifenol dalam kopi hijau berpotensi menurunkan akumulasi lemak viseral sehingga dapat menurunkan kadar kolesterol total secara signifikan. Kopi hijau memiliki rasa kurang nikmat ketika dikonsumsi, sehingga perlu penelitian mengenai ekstraksi polifenol untuk diolah sebagai produk bernilai jual tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah optimasi kombinasi konsentrasi dan rasio penambahan pelarut yang optimal dalam menghasilkan rendemen dan kadar fenol tertinggi pada proses ekstraksi senyawa polifenol biji kopi hijau. Metode optimasi yang digunakan adalah Response Surface Method dengan Central Composite Design. Penelitian dilakukan menggunakan dua variabel optimasi yaitu konsentrasi pelarut etanol (60–90%) dan rasio pelarut (20–40 ml/g). Respon yang diukur adalah total fenol dan rendemen ekstrak. Kondisi optimum yang diperoleh adalah pada ekstraksi menggunakan konsentrasi pelarut 84,92% dan rasio 40 ml/g dengan desirability sebesar 0,87. Hasil prediksi program menghasilkan total fenol sebesar 534,50 mg GAE/g dan rendemen ekstrak 17,179%. Hasil verifikasi solusi optimal adalah total fenol sebesar 538,83 mg GAE/g dan rendemen 15,39%.

Cite

CITATION STYLE

APA

Perdani, C. G., Pranowo, D., … Muliawati, D. (2020). Karakterisasi Mutu Ekstrak Kopi Hijau di Jawa Timur untuk Meningkatkan Nilai Ekonominya sebagai Bahan Sediaan Obat. Industria: Jurnal Teknologi Dan Manajemen Agroindustri, 9(3), 228–240. https://doi.org/10.21776/ub.industria.2020.009.03.7

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free