Abstract
Kabupaten Tuban merupakan salah satu kabupaten di Jawa Timur yang merupakan daerah rawan bencana kekeringan. Berdasarkan data Indeks Resiko Bencana Indonesia (IRBI) yang dirilis Badan Penanggulangan Bencana (BNPB) tahun 2013, Kabupaten Tuban mendapatkan skor 24 untuk indeks resiko bencana kekeringan, dimana skor tersebut dikategorikan dalam tingkat resiko tinggi untuk bencana kekeringan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran daerah beresiko kekeringan di Kabupaten Tuban dengan memanfaatkan data penginderaan jauh yang diintegrasikan dengan kondisi fisiografis wilayah yang berpengaruh terhadap kekeringan yang kemudian dikelompokkan kedalam 5 kelas tingkat kekeringan, yaitu : sangat rendah, rendah, sedang, tinggi, dan sangat tinggi. Data yang dibutuhkan pada penelitian ini antara lain : peta Normalized Different Vegetation Index (NDVI), peta Normalized Different Water Index (NDWI), peta Land Surface Temperature (LST), peta rata – rata curah hujan, peta hidrogeologi, dan peta penggunaan lahan. Dari pengolahan data dihasilkan bahwa sebagian besar wilayah di Kabupaten Tuban masuk kedalam kategori kekeringan tinggi yaitu seluas 119.388,50 hektar atau 60,60% dari luas wilayah, sedangkan yang terendah adalah kategori kekeringan sangat rendah yaitu hanya seluas 180,48 hektar atau 0,09% dari luas wilayah.
Cite
CITATION STYLE
Sukojo, B. M., & Prayoga, M. P. (2018). PEMANFAATAN TEKNOLOGI PENGINDERAAN JAUH DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK ANALISIS SPASIAL TINGKAT KEKERINGAN WILAYAH KABUPATEN TUBAN. Geoid, 13(2), 132. https://doi.org/10.12962/j24423998.v13i2.3676
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.