Manajemen Perioperatif pada Pasien Hamil

  • Rizkia K
  • Hikmatiar
N/ACitations
Citations of this article
5Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Pendahuluan: Kehamilan membawa perubahan fisiologis signifikan pada sistem kardiovaskular, respirasi, hematologi, gastrointestinal, renal, dan endokrin yang memengaruhi manajemen anestesi serta keamanan ibu dan janin. Metode: Tinjauan literatur ini bertujuan merangkum praktik terbaik manajemen perioperatif pada pasien hamil yang menjalani pembedahan. Pencarian literatur dilakukan melalui PubMed Central dan Google Scholar untuk publikasi tahun 2020–2025. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa evaluasi praoperatif perlu menekankan risiko aspirasi, tromboemboli, dan kesulitan jalan napas, serta pemilihan waktu pembedahan yang optimal. Manajemen intraoperatif difokuskan pada posisi lateral untuk mencegah kompresi aortokaval, pemantauan hemodinamik ketat, serta titrasi obat anestesi yang lebih rendah sesuai perubahan kebutuhan selama kehamilan. Neuraksial anestesi direkomendasikan sebagai pilihan utama pada seksio sesarea karena keamanan dan efektivitasnya, sementara anestesi umum memiliki risiko lebih tinggi terhadap morbiditas maternal dan neonatal. Manajemen pascaoperasi meliputi pemberian analgesik, mobilisasi dini, serta monitoring kondisi ibu dan janin. Kesimpulan: Menegaskan bahwa manajemen perioperatif pada pasien hamil harus melibatkan multidisiplin dan bersifat individual untuk meminimalkan komplikasi dan meningkatkan luaran ibu dan janin.

Cite

CITATION STYLE

APA

Rizkia, K., & Hikmatiar. (2026). Manajemen Perioperatif pada Pasien Hamil. Majalah Anestesia & Critical Care, 44(1), 83–95. https://doi.org/10.55497/majanestcricar.v44i1.453

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free