Abstract
Generasi Z tumbuh dalam era digital di mana internet, media sosial, dan teknologi telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari mereka. Dalam era digital, YouTube dan TikTok menjadi dua platform media sosial yang sering digunakan oleh Generasi Z untuk berbagi pengalaman dan ekspresi pribadi mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren kesepian Generasi Z melalui lagu “Penjaga Hati” karya Nadhif Basalamah dengan menggunakan pendekatan analisis wacana kritis Norman Fairclough. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan pemanfaatan teknik studi pustaka dan dokumentasi sebagai metode pengumpulan data. Data yang digunakan untuk analisis berasal dari platform media sosial YouTube yang mencakup komentar dan TikTok yang mencakup unggahan mengenai lagu “Penjaga Hati”. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa ketiga dimensi yang diperkenalkan oleh Fairclough mencakup 1) teks, bagaimana teks ini disampaikan, 2) praktik diskursif, wacana yang menjadi latar belakang pembuatan lagu dan bagaimana lagu ini diterima atau dikonsumsi, 3) praktik sosio-kultural, mencakup aspek situasional, aspek institusional, dan aspek sosial. Lirik lagu ini juga mencerminkan perasaan kesepian yang dialami oleh Generasi Z sehingga mereka membutuhkan sosok kekasih, orang tua, maupun sahabat.
Cite
CITATION STYLE
Selvy Nur Islami, & Abrian, R. (2023). Membaca Tren Kesepian Generasi Z dalam Lagu Penjaga Hati: Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough. Jurnal Bastrindo, 4(2), 170–186. https://doi.org/10.29303/jb.v4i2.1368
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.