Abstract
ABSTRACT In this era, human life relies on progress in science and technology, which in turn creates problems that must be faced physically, psychologically, socially and economically. Which ultimately causes a person to experience mental health disorders such as stress and depression, paranoia, schizophrenia, anxiety, bipolar, dimensionality, autism. In this regard, there has been debate among western scholars, medical circles and psychiatrists, psychologists and various other schools in identifying the causes of mental disorders and this has given rise to debate among scientists. Some scientists say that the problem of mental disorders starts from biological, biophysical, psychosocial, genetic and social factors. The method used in this research is descriptive analysis with a qualitative type of research. The results of the researchers show that modern psychology and western philosophers no longer see the issue of mental disorders as a metaphysical discussion, they only look at it from a social perspective and do not explain problems regarding the soul in discussions about health. mentally. They focus on medical problems that are related to physical or sociological causes and do not see them as metaphysical entities. Ibn Sina explains metaphysics and the relationship between body and soul on a philosophical basis for mental health. Ibn Sina proposed a more integrative approach to mental health disorders.ABSTRAK Pada era ini, kehidupan manusia bergantung pada kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, yang pada akhirnya menimbulkan permasalahan yang harus dihadapi baik secara fisik, psikis, sosial dan ekonomi. Yang pada akhirnya menyebabkan seseorang mengalami gangguan kesehatan jiwa seperti stress dan depresi, paranoid, skizofrenia, kecemasan, bipolar, dimensia, autisme. Dalam hal ini, terjadi perdebatan di kalangan cendekiawan barat, kalangan medis dan psikiater, psikolog dan berbagai mazhab lainnya dalam mengidentifikasi penyebab gangguan mental dan hal ini menimbulkan perdebatan di antara para ilmuwan. Beberapa ilmuwan mengatakan bahwa masalah gangguan jiwa berawal dari faktor biologis, biofisik, psikososial, genetik dan sosial. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dengan jenis penelitian kualitatif. Hasil dari peneliti menunjukkan bahwa psikologi modern dan para filsuf barat tidak lagi melihat masalah gangguan jiwa sebagai pembahasan metafisik, mereka hanya melihat dari perspektif sosial dan tidak menjelaskan masalah-masalah yang menyangkut jiwa dalam pembahasan mengenai kesehatan mental. Mereka berfokus pada masalah medis yang berhubungan dengan penyebab fisik atau sosiologis dan tidak melihatnya sebagai entitas metafisik. Ibnu Sina menjelaskan metafisika dan hubungan antara tubuh dan jiwa dengan dasar filosofis untuk kesehatan mental. Ibnu Sina mengusulkan pendekatan yang lebih integratif terhadap gangguan kesehatan mental.
Cite
CITATION STYLE
Rizkiah, F., Nano warno, Adi Setiawan, Yulian Rama Pri Handiki, & Adelia Febrianty. (2024). Ibnu Sina’s Mental Health. Spiritual Healing : Jurnal Tasawuf Dan Psikoterapi, 5(1), 59–76. https://doi.org/10.19109/sh.v5i1.22771
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.