Abstract
Tidak dapat dinafikan, umat Islam pernah menempati posisi puncak dalam sejarah peradaban manusia. Pada masa keemasannya, peradaban Islam dicirikan dengan sikap kritis, berpikir mendalam, logis, dan argumentatif. Sehingga, berbagai bidang keilmuan seperti linguistik, yurisprudensi, matematika, kedokteran, astronomi, logika, dan filsafat dapat berkembang pesat. Dengan adanya perkembangan keilmuan ini, masyarakat ketika itu benar-benar dapat merasakan manfaatnya. Bahkan, warisan intelektual peradaban Islam ini pada kemudian hari menginspirasi Barat untuk membangun peradabannya.[1] Namun demikian, banyak kalangan yang mengatakan bahwa kemajuan berbagai bidang keilmuan dan utamanya filsafat Islam, adalah pengaruh tradisi asing seperti Persia, India, Romawi, dan terutama Yunani. Tanpa kontribusi filsafat Yunani, umat Islam tidak akan mampu menggapai kejayaan intelektualnya.
Cite
CITATION STYLE
Fadlilah, A. R. (2023). Tinjauan Kritis Kerangka Kerja Pengkajian Filsafat Islam Pada Buku ‘History of Philosophy in Islam’ Karya T.J. De Boer. Journal of Islamic and Occidental Studies, 1(2), 136–152. https://doi.org/10.21111/jios.v1i2.32
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.