Perbedaan Kadar Lisozim dalam Air Susu Ibu (ASI) pada Bayi Sehat dan Bayi Sakit yang Mendapat ASI Eksklusif

  • Irwandi I
  • Lubis G
  • Lipoeto N
N/ACitations
Citations of this article
28Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Latar belakang. Air susu ibu (ASI) sangat diperlukan selama masa pertumbuhan dan perkembangan bayi untuk meningkatkan daya tahan tubuh karena mengandung anti mikroba seperti lisozim. Air Susu Ibu mengandung 300 kali lebih banyak lisozim dibandingkan susu sapi. Lisozim berperan sebagai sistem imunitas alami yang dapat melindungi bayi dari berbagai macam infeksi.Tujuan. Mengetahui perbedaan kadar lisozim dalam ASI pada bayi sehat dan bayi sakit yang mendapat ASI eksklusif.Metode. Penelitian ini menggunakan desain potong lintang komparatif, dilakukan pada September-November 2016 di beberapa Puskesmas di kota Padang dan RSUP Dr M Djamil Padang.Hasil. Lisozim lebih tinggi dalam ASI di kelompok bayi sakit dibandingkan ASI di kelompok bayi sehat, tetapi perbedaannya tidak bermakna (p 0,183). Lisozim lebih tinggi dalam ASI di kelompok bayi yang menderita infeksi saluran nafas dibandingkan dengan bayi yang menderita infeksi saluran cerna. Kesimpulan. Terdapat perbedaan kadar lisozim dalam ASI pada bayi sehat dan bayi sakit yang mendapat ASI eksklusif, tetapi secara statistik perbedaannya tidak bermakna.

Cite

CITATION STYLE

APA

Irwandi, I., Lubis, G., & Lipoeto, N. I. (2018). Perbedaan  Kadar Lisozim dalam Air Susu Ibu (ASI) pada Bayi Sehat dan Bayi Sakit yang Mendapat ASI Eksklusif. Sari Pediatri, 19(5), 273. https://doi.org/10.14238/sp19.5.2018.273-8

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free