Abstract
Yellow Pumpkin (Cucurbita maxima) is a botanical specimen classified within the Cucurbita genus of the Cucurbitaceae family, commonly utilized as a culinary component by the populace of Indonesia. The chemical constituents identified in pumpkins consist of polyphenols, exhibiting the potential to act as agents safeguarding against photodamage owing to their capacity to absorb ultraviolet radiation. The primary objective of this investigation is to establish the Sun Protector Factor (SPF) of sunscreen gels derived from the ethanol extract of pumpkin flesh, alongside evaluating its antioxidative properties. The research methodology employed for this purpose involves the DPPH free radical scavenging technique utilizing UV-Vis Spectrophotometry for quantitative assessments. The gel formulations were devised in three variations, denoted as formula I (15% concentration), formula II (20% concentration), and formula III (25% concentration), with Carbomer 940 serving as an additional ingredient for the base of the preparation. Results from the study indicate that the formulation yielding the highest SPF value was formula III, registering an SPF value of 7.521. Notably, formula III exhibited the most substantial antioxidative activity, positioning it within the moderate efficacy classification.Labu kuning (Cucurbita maxima) merupakan tanaman yang tergolong genus Cucurbita famili Cucurbitaceae yang secara umum buahnya dimanfaatkan masyarakat Indonesia sebagai bahan makanan. Kandungan fitokimia labu kuning yang telah diketahui diantaranya adalah polifenol yang berpotensi sebagai agen fotoprotektif karena memiliki kemampuan menyerap sinar UV. Hal tersebut dapat dikembangkan menjadi salah satu sediaan kosmetik terkini yang memanfaatkan bahan alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Sun Protector Factor (SPF) sediaan gel tabir surya ekstrak etanol daging buah labu kuning dan aktivitas antioksidannya. Metode peredaman radikal bebas DPPH dengan pengukuran Spektofotometri UV-Vis dipilih dalam penelitian ini. Ekstrak etanol daging buah labu kuning (Cucurbita maxima) dapat diformulasikan sebagai bahan aktif sediaan gel tabir surya yang terbukti memenuhi standar kualitas fisik. Sediaan gel dibuat 3 formula dengan 3 konsentrasi yang berbeda yaituformula I, 15%; formula II, 20% dan formula III, 25%. Digunakan bahan tambahan lain yaitu Carbomer 940 sebagai basis sediaan. Hasil penelitian diperoleh bahwa nilai SPF yang diperoleh pada sediaan gel tabir surya tertinggi adalah formula III dengan nilai SPF sebesar 7.521 yang termasuk kedalam kategori proteksi ekstra. Hasil uji aktivitas antioksidan sediaan gel ekstrak etanol daging buah labu kuning (Cucurbita maxima) terbesar yaitu pada formula III yang termasuk kedalam kategori sedang.
Cite
CITATION STYLE
Indriastuti, M., & Meilani, U. (2024). POTENSI SUN PROTECTOR FACTOR DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SEDIAAN GEL TABIR SURYA ESKTRAK ETANOL DAGING BUAH LABU KUNING (Cucurbita maxima). Jurnal Insan Farmasi Indonesia, 7(1), 65–73. https://doi.org/10.36387/jifi.v7i1.1958
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.