Abstract
Anemia is a common health problem worldwide, particularly among adolescent girls. This group is at high risk of anemia due to menstruation during adolescence, which leads to blood loss. Additionally, the increased need for iron in adolescent girls contributes to their vulnerability to anemia. Education about anemia and its prevention, as well as supplementation with iron tablets, is one solution to prevent and reduce the prevalence of anemia in females. Pesisir Selatan, a district in West Sumatra Province, recorded an increase in anemia prevalence in 2019. Based on this, it is necessary to provide education on anemia and its prevention to adolescent girls in the region. This counseling activity aimed to improve the knowledge and attitudes of adolescent girls regarding anemia. The activity consisted of pre-tests, counseling sessions, and post-tests. Counseling was conducted using lecture methods and interactive discussions with participants. Based on the evaluation of pre-test and post-test results, it was found that the counseling method was effective in increasing participants' knowledge. This was evidenced by a significant increase in participants' knowledge about anemia (p=0.004). The number of participants with good knowledge increased from 3 individuals (13.6%) to 7 individuals (31.8%), and none of the participants had poor knowledge after the counseling session. However, it was found that the counseling method did not significantly improve participants' attitudes towards anemia. In conclusion, although it did not affect participants' attitudes, the counseling method effectively enhanced their knowledge about anemia and is expected to help prevent anemia among adolescent girlsAnemia merupakan salah satu masalah kesehatan yang umum terjadi di dunia, khususnya pada kelompok remaja perempuan. Remaja perempuan menjadi salah satu kelompok yang berisiko tinggi terkena anemia disebabkan karena pada masa remaja perempuan mengalami menstruasi sehingga menyebabkan kehilangan darah. Selain itu, peningkatan kebutuhan akan zat besi pada remaja perempuan juga menjadi penyebab rentannya kelompok ini terhadap anemia. Pemberian edukasi mengenai anemia dan cara pencegahannya serta suplementasi tablet tambah darah menjadi salah satu solusi untuk mencegah dan menurunkan prevalensi anemia pada perempuan. Pesisir Selatan, salah satu kabupaten di Provinsi Sumatera Barat memiliki angka prevalensi anemia yang meningkat pada tahun 2019. Berdasarkan hal tersebut, diperlukan suatu pemberian edukasi mengenai anemia dan pencegahannya pada remaja perempuan di daerah tersebut. Kegiatan penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja perempuan terhadap anemia. Kegiatan terdiri dari pre-test, penyuluhan, dan post-test. Kegiatan penyuluhan dilakukan dengan metode ceramah dan interaksi dengan peserta. Berdasarkan hasil evaluasi pre-test dan post-test yang dilakukan, didapatkan bahwa metode penyuluhan bersifat efektif dalam meningkatkan pengetahuan peserta. Hal ini terbukti dengan meningkatnya pengetahuan peserta mengenai anemia secara signifikan (p=0.004). Jumlah peserta yang memiliki pengetahuan yang baik juga meningkat dari 3 orang (13.6%) menjadi 7 orang (31.8%) dan tidak ada lagi peserta yang memiliki pengetahuan kurang setelah dilakukan penyuluhan. Akan tetapi, pada kegiatan ini ditemukan bahwa metode penyuluhan tidak dapat meningkatkan sikap peserta mengenai anemia. Dapat disimpulkan bahwa meskipun tidak berpengaruh pada sikap peserta, metode penyuluhan dapat meningkatkan pengetahuan peserta mengenai anemia dan diharapkan dapat mencegah terjadinya anemia pada remaja perempuan.
Cite
CITATION STYLE
Maribeth, A. L., Sari, W., Hamda, R., Khudri, G., & Handayani, K. M. (2025). UPAYA PENCEGAHAN ANEMIA MELALUI EDUKASI ASUPAN NUTRISI DAN SUPLEMENTASI TABLET TAMBAH DARAH PADA REMAJA PEREMPUAN. Jurnal Pengabdian Pendidikan Masyarakat (JPPM), 6(1), 42–47. https://doi.org/10.52060/jppm.v6i1.2704
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.