Abstract
Bumdesa menjadi motor pengembangan perekonomian desa dalam 8 tahun terakhir. Akan tetapi,pemilihan unit usaha Bumdesa sering menjadi hal yang diabaikan dan tidak disesuaikan denganpotensi yang sebenarnya dimiliki oleh desa. Akibatnya, banyak Bumdesa yang tidak mampumengoptimalkan unit usaha yang sudah dijalankan walaupun memiliki alokasi anggaran yangbesar. Melalui pendekatan ABCD, konsep pengembangan desa diarahkan untuk menguatkan potensidasar yang sudah dimiliki oleh desa baik dari sisi alam maupun sumber daya manusia. BumdesaMitraCibogoSejahterasebagaistudikasusBumdesayangmenggunakanpendekatanABCDmenunjukkanbahwahasilkinerjausahalebihstabilwalaupunbelumsesuaiharapanyangutama.Melalui penelitian kualitatif dengan wawancara mendalam kepada 12 pemangku kepentingan terkaitBumdesa MCS, diperoleh hasil analisis yang menunjukkan bahwa pendekatan ABCD ternyata mampumeminimalisasi risiko kegagalan sehingga usaha Bumdesa MCS yang dijalankan dapat menjadilebih fokus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan konsep ABCD tidak hanya didasarkanpada pemilihan aset saja, namun perlu diperkuat dengan profesionalisme manajemen Bumdesa,komunikasiyangkonstruktifdenganpemerintahdesa,dankesediaanmanajemenBumdesauntukterbuka dengan kondisi yang ada. Hal ini ternyata menjadi determinan kuat stabilnya kinerjaBumdesaMCSyangmenggunakankonsepABCD.
Cite
CITATION STYLE
Raharjo, T., & Setiawan Kusmulyono, M. (2021). Pendekatan Asset-Based Community Development dalam Mengelola Bumdesa di Desa Cibogo, Kabupaten Tangerang. PERWIRA - Jurnal Pendidikan Kewirausahaan Indonesia, 4(2), 91–102. https://doi.org/10.21632/perwira.4.2.91-102
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.