Laboratory Information Systems and Staff Performance Optimization as a Method to Improve Laboratory Turnaround Time

  • Pasaribu M
  • Febrian R
N/ACitations
Citations of this article
29Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Turnaround time (TAT) merupakan tolak ukur mutu kinerja laboratorium medik. TAT prokalsitonin tidak mampu mencapai target TAT yang ditetapkan laboratorium. Tujuan: mengkaji tahap keterlambatan TAT, melakukan upaya perbaikan, dan mengevaluasi upaya perbaikan. Metode: Penelitian prospektif ini dilakukan di Laboratorium RS Cipto Mangunkusumo pada tanggal 3 hingga 31 Januari 2022. Untuk mengukur strategi peningkatan TAT dengan tepat, penelitian ini membagi alur kerja prokalsitonin menjadi beberapa checkpoint. Hasil: Tahapan terpanjang adalah dari masuknya spesimen ke Abbott Architect c8000 hingga keluar (50 menit). Tahap terlama kedua terjadi pada alat analisa prokalsitonin (21 menit). Ketiga adalah pemindahan spesimen dari Abbott Architect c8000 ke penganalisis prokalsitonin (18 menit). Keempat, waktu dari keluarnya spesimen dari alat analisa hingga keluarnya hasil (16 menit). Contoh waktu check-in untuk masuk ke Abbott Architect c8000 (14 menit). Upaya perbaikan pun dimulai, terdiri dari optimalisasi kinerja LIS dan analis. Evaluasi menunjukkan TAT prokalsitonin

Cite

CITATION STYLE

APA

Pasaribu, M. M. B., & Febrian, R. (2024). Laboratory Information Systems and Staff Performance Optimization as a Method to Improve Laboratory Turnaround Time. Jurnal Pendidikan Tambusai, 8(1), 9406–9415. https://doi.org/10.31004/jptam.v8i1.13814

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free