Abstract
Sebagai peristiwa traumatik, kekerasan seksual melumpuhkan identitas korban sehingga menjadikan korban kehilangan keberdayaan sebagai manusia. Namun, identitas korban-korban kekerasan seksual itu dapat dipulihkan. Pertanyaan yang ingin dijawab dalam artikel ini adalah apa yang memungkinkan, secara filosofis dan teologis, pemulihan atau perubahan identitas korban (victim) menjadi identitas penyintas tertebus (redeemed survivor). Artikel ini akan berupaya menjawab pertanyaan tersebut dari sudut pandang filsafat Paul Ricoeur mengenai identitas naratif sebagai kerangka (form) dan teologi Miroslav Volf mengenai ingatan kudus (sacred memory) dalam sejarah keselamatan sebagai isi (matter) dari identitas penyintas tertebus. Tesis dalam artikel ini adalah pemulihan atau perubahan identitas korban menjadi penyintas tertebus dimungkinkan melalui pemulihan identitas naratif korban yang berisi memori suci (sacred memory) dalam paradigma naratif sejarah keselamatan Kristen.
Cite
CITATION STYLE
Layantara, J. N., & Tobing, D. (2021). Pemulihan Identitas Naratif Korban Kekerasan Seksual: Societas Dei: Jurnal Agama Dan Masyarakat, 8(2). https://doi.org/10.33550/sd.v8i2.259
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.