Pemulihan Identitas Naratif Korban Kekerasan Seksual:

  • Layantara J
  • Tobing D
N/ACitations
Citations of this article
21Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Sebagai peristiwa traumatik, kekerasan seksual melumpuhkan identitas korban sehingga menjadikan korban kehilangan keberdayaan sebagai manusia. Namun, identitas korban-korban kekerasan seksual itu dapat dipulihkan. Pertanyaan yang ingin dijawab dalam artikel ini adalah apa yang memungkinkan, secara filosofis dan teologis, pemulihan atau perubahan identitas korban (victim) menjadi identitas penyintas tertebus (redeemed survivor). Artikel ini akan berupaya menjawab pertanyaan tersebut dari sudut pandang filsafat Paul Ricoeur mengenai identitas naratif sebagai kerangka (form) dan teologi Miroslav Volf mengenai ingatan kudus (sacred memory) dalam sejarah keselamatan sebagai isi (matter) dari identitas penyintas tertebus. Tesis dalam artikel ini adalah pemulihan atau perubahan identitas korban menjadi penyintas tertebus dimungkinkan melalui pemulihan identitas naratif korban yang berisi memori suci (sacred memory) dalam paradigma naratif sejarah keselamatan Kristen.

Cite

CITATION STYLE

APA

Layantara, J. N., & Tobing, D. (2021). Pemulihan Identitas Naratif Korban Kekerasan Seksual: Societas Dei: Jurnal Agama Dan Masyarakat, 8(2). https://doi.org/10.33550/sd.v8i2.259

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free