HUBUNGAN POLA ASUH IBU DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA 12 - 24 Bulan DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PACCELLEKANG KABUPATEN GOWA

  • Hamdayani H
  • Sainah S
  • Mawarni S
N/ACitations
Citations of this article
82Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Stunting berdampak pada pertumbuhan fisik anak. Penyebab stunting diantaranya faktor gizi, pemberian ASI eksklusif, tingkat pendidikan, pengetahuan ibu dan riwayat BBLR. Dukungan asupan gizi yang baik untuk anak memerlukan kemampuan ibu dalam memberikan pengasuhan pada anak. Latar belakang pendidikan orang tua juga merupakan unsur penting dalam menentukan status gizi anak. Tujuan penelitian mengidentifikasi hubungan pola asuh ibu dengan kejadian stunting anak usia 12-59 bulan. Penelitian ini merupakan penelitian analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 88 dengan teknik sampling yang digunakan accidental sampling. Hasil penelitian menunjukan sebanyak 55,7% responden dengan pola asuh buruk memiliki anak pendek dan sangat pendek dan terdapat hubungan pola asuh ibu dengan kejadian stunting anak usia 12-59 bulan dengan p-value 0,01. Saran kepada pihak instansi pendidikan, puskesmas, dan ibu yang memiliki balita hendaknya saling bersinergi untuk meningkatkan status gizi balita yang dimulai dari menambah wawasan atau pengetahuan pentingnya pola asuh yang baik agar mengurangi resiko stunting.

Cite

CITATION STYLE

APA

Hamdayani, H., Sainah, S., & Mawarni, S. (2021). HUBUNGAN POLA ASUH IBU DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA 12 - 24 Bulan DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PACCELLEKANG KABUPATEN GOWA. Patria Artha Journal of Nursing Science, 5(1), 27–34. https://doi.org/10.33857/jns.v5i1.400

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free