PELATIHAN DETEKSI SEDERHANA BORAKS DAN FORMALIN PADA MAKANAN MENGGUNAKAN INDIKATOR ALAMI EKSTRAK KUNYIT (CURCUMA LONGA LINN) DAN INDIKATOR BUATAN

  • Sulistiyorini D
N/ACitations
Citations of this article
60Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Rendahnya kesadaran pedagang makanan mengenai keamanan pangan merupakan masalah kesehatan di Indonesia. Masih banyak penggunaan bahan pengawet berbahaya seperti boraks dan formaldehida, yang tidak dimaksudkan untuk makanan. Pentingnya peran masyarakat dalam memantau keberadaan bahan pengawet tersebut pada makanan. Namun, melakukan uji laboratorium membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Oleh karena itu, tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengedukasi masyarakat tentang bahan kimia berbahaya yang digunakan sebagai pengawet makanan dan mengajari mereka cara membuat alat deteksi sederhana boraks dan formaldehida dengan menggunakan bahan yang murah dan mudah didapat. Kunyit dan alat uji formalin termasuk di antara bahan yang digunakan. Sampel makanan yang dianalisis pada kegiatan ini antara lain kerupuk gendar, bakso, ikan asin, cumi asin, tahu putih, tahu kuning, dan mie basah. Melalui layanan ini, masyarakat mendapat informasi tentang bahan kimia berbahaya yang masih digunakan sebagai bahan pengawet dan memperoleh kemampuan untuk mengidentifikasi boraks dan formaldehida dalam makanan menggunakan kunyit dan test kit.

Cite

CITATION STYLE

APA

Sulistiyorini, D. (2024). PELATIHAN DETEKSI SEDERHANA BORAKS DAN FORMALIN PADA MAKANAN MENGGUNAKAN INDIKATOR ALAMI EKSTRAK KUNYIT (CURCUMA LONGA LINN) DAN INDIKATOR BUATAN. Jurnal Masyarakat Berdikari Dan Berkarya (Mardika), 2(1), 51–57. https://doi.org/10.55377/mardika.v2i1.9872

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free