ECO-FASHION: PELATIHAN INOVASI DAN KREATIVITAS PRODUK FASHION DENGAN TEKNIK ECOPRINT

  • Rahmayani D
  • Fauziyah I
  • Runtiningsih S
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
10Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Desa Getaspejaten memiliki keanekaragaman flora lokal yang dapat menjadi potensi industri dengan memanfaatkan sumber daya alam guna menciptakan produk ramah lingkungan yang memiliki nilai ekonomi. Potensi alam tersebut dapat menjadi peluang usaha bagi penduduk desa setempat. Ragam flora yang ada berupa dedaunan dapat dimanfaatkan untuk dijadikan produk yang memiliki nilai seni dan ekonomi. Produk tersebut dapat dibuat menggunakan teknik ecoprint. Ecoprint merupakan salah satu teknik pewarnaan dengan menggunakan pewarna alami yang dibuat di permukaan kain. Pelatihan ecoprint ini diharapkan masyarakat dapat menghasilkan berbagai karya seni ecoprint dengan memanfaatkan bahan alam seperti daun dan bunga yang ada di alam sekitar. Kegiatan pelaksanaan pelatihan ecoprint dilakukan melalui tiga tahapan yaitu tahap persiapan, pelaksanaan dan akhir. Berdasarkan pelatihan ini, menghasilkan kain selendang ecoprint dengan warna dan motif alam yang sangat beragam dan memiliki keunikan masing-masing. Zat Warna Alami (ZWA) yang digunakan adalah campuran kayu secang dan tegeran, dengan variasi daun yang berbeda untuk menciptakan motif unik nan estetik. Berdasarkan hasil wawancara, kegiatan pelatihan ini tercatat lebih dari 90% mendapatkan respon positif dari sejumlah 31 peserta. Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa pelatihan ini mampu meningkatkan kreativitas, pengetahuan serta keterampilan masyarakat dalam mengolah bahan-bahan alam yang dapat dijadikan sebagai karya seni yang bernilai estetika dan ekonomis. Selain itu dengan pemasaran yang efektif diharapkan akan meningkatkan pendapatan masyarakat.Getaspejaten Village boasts a diverse local flora that can be used for industrial purposes by utilizing natural resources to create environmentally friendly products with economic value. This natural potential can be a business opportunity for local villagers. The variety of existing flora, such as leaves, can be utilized to create products with artistic and economic value. These products can be made using the ecoprint technique. Ecoprint is a dyeing technique using natural dyes applied to the fabric's surface. This ecoprint training is expected to enable the community to produce various ecoprint artworks using natural materials such as leaves and flowers in the surrounding environment. The ecoprint training activities are carried out in three stages: preparation, implementation, and completion. Based on this training, ecoprint scarves are produced with unique natural colors and motifs. The Natural Dyes (ZWA) are a mixture of sappanwood and tegeran, with different leaf variations to create unique and aesthetic motifs. Based on interviews, this training activity received more than 90% positive responses from 31 participants. The results of this community service demonstrate that the training has enhanced the community's creativity, knowledge, and skills in processing natural materials into works of art with aesthetic and economic value. Furthermore, effective marketing is expected to increase community income.

Cite

CITATION STYLE

APA

Rahmayani, D., Fauziyah, I., Runtiningsih, S., Tutik, Syahrul Fauzi, A., & Ibnu Tsani, L. (2025). ECO-FASHION: PELATIHAN INOVASI DAN KREATIVITAS PRODUK FASHION DENGAN TEKNIK ECOPRINT. Jurnal Pengabdian Pendidikan Masyarakat (JPPM), 6(2), 344–355. https://doi.org/10.52060/jppm.v6i2.3422

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free