Estetika Umah Bolon Simalungun sebagai Identitas Subyektif

  • Pratikno P
N/ACitations
Citations of this article
8Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Hidup seseorang dalam komunitasnya semakin sempurna ketika arsitektur memberi kepuasan, pemenuhan akan kemanfaatan dan pencitradiri si subjek. Arsitektur sebagai hasil karya penciptaan memberikan pernaungan jasadi senyampang memenuhi tuntutan jiwa. Maka estetika, tentang keindahan dan sublimasi menjadi bahasan penting dalam pembentukan menemukan identitas subyektifnya. Pada perjalanan waktu identitas membeku menjadi sebuah alat bagi politik identitas dan identitas kedaerahan yang justru mengerdilkan nilai substansinya. Telaah ini didasarkan pada studi lapangan melalui kunjungan yang berinteraksi dengan obyek arsitektur Umah Bolon Simalungun. Analisis temuan di lapangan ditunjang oleh studi kepustakaan khususnya dibaca berdasarkan pandangan Slavoj Zizek tentang konstruksi pembentukan identitas subyektif melalui bahasa. Analisis dilakukan berdasarkan hasil pengamatan lapangan dan diperkuat oleh rekaman foto untuk menemukan dimensi estetik berdasarkan reaksi visual dan pada pemahaman pengamat terhadap obyek tersebut. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa estetika arsitektur melampaui tuntutan kerja visual tetapi meluas menjadi bagian dari citra diri yang berasosiasi dengan sistem pertukaran komoditas material. Sistem yang secara ideologis menunjukkan adanya relasi yang tidak sewajarnya sehingga menyamarkan hubungan sosial antar kelompok dalam masyarakat sejauh komoditas merupakan objek yang dihasilkan lewat kerja kreatif.

Cite

CITATION STYLE

APA

Pratikno, P. (2020). Estetika Umah Bolon Simalungun sebagai Identitas Subyektif. Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia, 9(4), 187–193. https://doi.org/10.32315/jlbi.v9i4.77

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free