Abstract
Kecemasan sangat umum dialami pasien saat berkunjung ke dokter gigi terutama apabila dilakukan pembedahan contohnya odontektomi. Penatalaksanaan kecemasan dilakukan dengan cara farmakologis dan non-farmakologis. Musik merupakan salah satu metode non-farmakologis untuk memicu relaksasi aman, murah, dan efektif. Dengan demikian dilakukan penelitian mengenai perbedaan pemberian terapi musik klasik dan musik meditasi terhadap tingkat kecemasan pada pasien tindakan odontektomi. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan Pretest-Posttest two group design. Subjek sebanyak 38 dan dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok perlakuan dan kontrol. Subjek diberi informed consent, mengisi data identitas subjek, pada kelompok perlakuan mengisi kuesioner MDAS (modifed dental anxiety scale) sebelum didengarkan musik klasik dan musik meditasi serta kelompok kontrol diberikan posttest sesudah dilakukan tindakan odontektomi dengan kuesioner yang sama. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan pemberian terapi musik klasik dan musik meditasi terhadap tingkat kecemasan pada pasien tindakan odontektomi. Analisis statistik menggunakan uji Saphiro Wilk. Hasil penelitian ini yaitu pretest/posttest musik klasik didapatkan nilai 14,21/6,63 dan pretest/posttest musik meditasi didapatkan nilai 15,00/10,63. Kesimpulan terdapat perbedaan pemberian terapi musik klasik dan musik meditasi terhadap tingkat kecemasan pasien tindakan odontektomi dengan nilai signifikan p-value 0,000 (p<0,05) artinya musik klasik lebih efektif dibandingkan musik meditasi dalam menurunkan tingkat kecemasan pada pasien tindakan odontektomi.
Cite
CITATION STYLE
Ramadhani, S. A., Mulyanti, S., Restuning, S., & Octaviana, D. (2024). Perbedaan Pemberian Terapi Musik Klasik dan Musik Meditasi Terhadap Tingkat Kecemasan Pada Pasien Tindakan Odontektomi. Jurnal Terapi Gigi Dan Mulut, 4(1), 27–35. https://doi.org/10.34011/jtgm.v4i1.2738
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.