Abstract
Abstrak: Penggunaan flokulan sintetis dalam proses pengolahan limbah cair dapat mengakibatkan pencemaran lingkungan. Flokulan ini relatif persisten sehingga sulit untuk terdegradasi oleh mikroorganisme. Isolasi senyawa aktif Bioflokulan-DYT yang diperoleh dari salah satu tanaman tropis Indonesia, berpotensi dapat menjadi flokulan alami pengganti flokulan sintetis. Isolasi dilakukan dengan cara direfluk menggunakan metanol sebagai pelarut, dapat menghasilkan kristal Bioflokulan-DYT sebesar 21,16 gram. Hasil pengukuran konduktivitas kristal senyawa aktif Bioflokulan-DYT diperoleh nilai hantaran molar sebesar 0,000888 mS ppm-1, 0,000786 mS ppm-1, 0,000737 mS ppm-1, 0,000688 mS ppm-1, 0,000660 mS ppm-1, 0,000666 mS ppm-1, 0,000629 mS ppm-1 dan 0,000610 mS ppm-1. Data nilai hantaran molar Bioflokulan-DYT menunjukan kecenderungan penurunan seiring dengan kenaikan nilai konsentrasi senyawa aktif Bioflokulan-DYT. Pengaruh konsentrasi terhadap penurunan nilai hantaran molar pada penelitian ini, diperoleh sebesar 88,15%. Berdasarkan analisis tersebut, Bioflokulan-DYT berpotensi dapat berinteraksi dengan ion logam, sehingga dapat digunakan sebagai pengganti flokulan sintetis dalam proses pengolahan limbah cair.
Cite
CITATION STYLE
Febriyanto, R. (2019). ANALISIS KONDUKTIVITAS PADA PRODUKSI BIOFLOKULAN-DYT SEBAGAI PENGGANTI FLOKULAN SINTESIS. Journal of Community Based Environmental Engineering and Management, 3(2), 41. https://doi.org/10.23969/jcbeem.v3i2.1831
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.